Powered by Blogger.

STARBIO PLUS

Serbuk bioteknologi modern
untuk mengatasi limbah organik rumah tangga

Aman bagi pipa dan kulit praktis -tanpa harus kuras/sedot Cukup Dituangkan Ke Dalam Closet/Septic-Tank

HEMAT BIAYA,WAKTU,
dan TENAGA

PENTING

sebelum menggunakan Starbio Plus

SEPTIC-TANK YANG BENAR

-MEMPUNYAI RESAPAN
Lantai Resapan terdiri dari pasir batu karang,injuk dan tanah,tidak boleh di semen/di beton.
kesalahan dalam membuat resapan mengakibatkan Septic-tank sering penuh dengan air.

-MEMPUNYAI PIPA UDARA
pipa udara yang menjulang ke udara terbuka,fungsinya untuk mengeluarkan gas gas yang timbul akibat adanya proses dekomposisi/pembusukan tinja oleh mikroba didalam septic-tank.
apabila pipa ini tidak ada /tersumbat,gas akan keluar melalui closet,menebarkan bau busuk.

PERHATIKAN HAL-HAL DIATAS SEBELUM MENGGUNAKAN STARBIO PLUS,AGAR HASIL EFEKTIF DAN MEMUASKAN


Showing posts with label Teori Bangunan. Show all posts
Showing posts with label Teori Bangunan. Show all posts

Mudahnya Merencanakan Pembangunan Desain Rumah Satu Lantai

Terkadang banyak orang yang bangga akan rumahnya yang super minimalis, sampai-sampai tidak ada kursi dan tempat tidurnya, he.he..

Indah, luas, ataupun kerennya suatu rumah sebenarnya bukan kelebihan ataupun keutamaan dari fisik rumah tersebut. Memang bagian ini juga merupakan sebuah kelebihan yang bisa dibanggakan, namun ada satu hal yang lebih penting daripada sekedar luas dan sempitnya bangunan ataupun mewah dan sederhananya sebuah rumah. Serta juga bukan karena rumahnya bertingkat satu, dua, tiga dan seterusnya.

Namun kelebihan dan keutamaan suatu rumah itu lebih kepada pengaturan sebuah fungsi dari ruangan yang akan dibangun serta perencanaan dikala Anda mulai membangunnya. Hal ini juga berkaitan dengan ketahanan dari bangunan rumah yang Anda buat.
Rumah Satu Lantai. Photoright: Paul Brennan / pixabay.com
Dan akan sangat riskan, atau bahasa mudahnya bahaya deh. Gini logikanya, jika bangunan yang Anda buat berada di daerah rawan gempa seperti Yogyakarta, Padang, Bengkulu dan beberapa daerah lainnya yang biasa dikenal dengan lingkar api kegempaan atau ring of fire, namun bangunan tersebut tidak Anda pikirkan bagaimana kekuatan strukturnya, lantas apa yang akan terjadi nanti?. Bisa Anda bayangkan bukan? …

Tips Ringan Membangun Rumah di Wilayah Rawan Gempa 


Berada di daerah rawan gempa memang memerlukan sebuah kewaspadaan, seperti halnya bangunan rumah yang berdiri di daerah tersebut. Pondasi dan struktur bangunan adalah bagian terpenting dari hal ini, setelah bagian itu terpenuhi Anda bisa memikirkan bagian lain seperti desain dan beberapa faktor keindahan lainnya.

Bentuk bangunan seperti rumah teletubbies juga bisa Anda jadikan sebuah rumah yang nyaman ko?. Selain bentuknya yang kokoh, keberadaannya bisa memberikan rasa nyaman bagi para penghuninya. Karena saya juga pernah melihat beberapa contoh rumah tahan gempa berbentuk seperti itu.

Nenek moyang kita seorang pelaut, namun ternyata mereka juga memiliki kemampuan dalam membuat rumah tahan gempa loh. Buktinya mereka meletakan batu di tiang-tiang rumah panggung.  Hal ini sebenarnya sederhana, namun fungsinya sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka.

Batu ini berfungsi layaknya air, lah kok air sih. Gini maksud saya, ketika terjadi goncangan, batu itu mampu meredamnya dengan cara memberikan goyangan, hehehehe, bukan goyang ngebor, ngecor, ngaduk atau apalah … namun goncangan ini mengikuti arah dari goncangan gempa. Sehingga mampu meminimalisir robohnya bangunan.

Tidak ubahnya bagunan satu lantai, jumlah kolom dan slop juga harus Anda perhitungkan dengan sangat matang. Bahan yang digunakan hendaknya memiliki struktur yang ringan namun memiliki ketahanan yang baik. Penggunaan kerangka baja yang ringan dengan dinding menggunakan semen mortar juga bisa Anda pertimbangkan.

Berbagai hal yang telah saya jelaskan mungkin bisa memberikan dampak bagi biaya pembangunan, namun ada hal yang perlu Anda catat. Untuk sebuah rasa nyaman dan aman, biaya itu sepertinya tidak ada artinya dibandingkan jika Anda menyaksikan rumah roboh dan mengganggu keselamatan Anda dan keluarga. Tentu saja hal itu tidak Anda inginkan bukan?.

Kearifan lokal juga layak Anda pertimbangkan loh, ketika akan membangun rumah tahan gempa, apalagi berada di wilayah gempa dengan skala sedang hingga tinggi. Jangan sampai Anda hanya membuat rumah tahan gempa ringan seperti 4 SR, buatlah rumah yang memiliki ketahanan gempa tinggi seperti 8 SR hingga 9 SR.

Bila Anda merasa belum cukup memiliki bangunan tahan gempa yang berbiaya mahal, ada kiranya Anda bisa meniru beberapa masyarakat lokal yang mampu mengolah bahan bambu menjadi bahan bangunan yang sangat kuat.

Kesimpulannya, pastikan pondasi dan struktur bangunan rumah yang Anda beli itu kokoh dan kuat, apapun bentuk rumahnya dan berapapun tipenya, pastikanlah hal-hal tersebut. Setelah semua itu terpenuhi barulah Anda melihat desain dan fungsi dari rumah tersebut.

Dan semua ini bukan lima atau sepuluh menit saja. Karena rumah yang akan Anda miliki bukanlah hanya rumah yang akan dihuni untuk satu atau dua hari. Karena ini adalah investasi bagi Anda dan keluarga.

Untuk itu dibutuhkan pemikiran yang matang, sehingga rumah yang akan dimiliki bisa bermanfaat bagi Anda dan anak cucu nantinya.

Fungsi Rumah Dahulu Hingga Sekarang


Anda masih ingat dengan kata “nomaden?”. Itu adalah sebuah istilah bagi mereka yang berpindah-pindah tempat. Kesimpulannya, dahulu manusia hanya memiliki rumah sebagai tempat berlindung bagi dirinya dan juga kelompoknya, sehingga pada saat itu belum ada rumah minimalis, sederhana, atau rumah sangat sederhana sekali selonjor saja susah, he.he.he..

Mudahnya, dahulu manusia hanya memerlukan rumah sebagai tempat berlindung, sehingga bentuknya pun sebatas gua ataupun cerukan seperti rumah Patrick J.

Lain halnya didaerah kutub, bentuk rumah di daerah ini sangat menyimbolkan bentuk perlindungan dari hawa dingin dan juga angin kencang. Bentuknya seperti sebuah kubah, dan saya rasa Anda juga sudah melihatnya di televisi.

Dan saudara kita di Papua, yaitu suku Korowai memiliki rumah yang juga berfungsi sebagai perlindungan, karena letaknya yang mencapai 60 meter diatas permukaan tanah. Dan ini layaknya sebuah benteng pertahanan.

Dan bisa kita simpulkan, jika semua rumah pada awalnya berfungsi sebagai tempat berlindung dari satu hal yang membahayakan mereka. Karena pergeseran fungsi, teknologi serta budaya yang ada, maka bisa kita lihat saat ini banyak rumah yang indah bentuknya bahkan terkesan berubah-ubah bentuk dan fungsinya sesuai keinginan sang pemilik.

Langkah-langkah Perencanaan Pembangunan Rumah


Desain rumah satu lantai ataupun dua lantai itu tergantung dari pengaturan dan juga perencanaan awal ketika Anda berniat membangun sebuah rumah. Perencanaan yang detail bisa dibilang cukup penting, hal ini dilakukan agar semuanya pas, dalam arti Anda tidak mengeluarkan biaya lebih. Hal ini pernah saya bahas sebelumnya di artikel “membuat desain rumah satu lantai.”
Desain Rumah. Photoright: ElasticComputeFarm / pixabay.com
Lantas apa saja yang bisa Anda perhatikan dalam merencanakan pembangunan rumah satu lantai?. Simak tipsnya dibawah ini:

Hal pertama yang bisa Anda lakukan ialah estimasi harga, dan ini biasa disebut dengan Rencana Anggaran Biaya atau RAB. Anggaran kebutuhan ini sangat penting sekali, mengingat kebutuhan dalam membangun sebuah rumah bukanlah kebutuhan seperti ketika Anda membeli kacang goreng, untuk itulah rencana ini sangat penting bagi Anda. Karena rencana ini mampu meminimalisir pengeluaran berlebih yang tidak terduga. Perkiraan awal bagi bangunan rumah satu lantai per meternya berkisar 2 – 2,5 juta.

Dan harga ini cukup bagus dengan bahan bangunan standar, namun jika Anda menginginkan bahan yang lebih baik, pastinya anggaran yang dikeluarkan harus ditambah.


Biasanya pihak pemborong atau yang biasa Anda kenal dengan kontraktor akan memberikan estimasi harga sesuai dengan kemampuan pemilik rumah.

Dan hal ini bisa saja berbuah panjang, apabila harga berubah, untuk itulah diperlukan pembicaraan yang cukup lama, dalam artian Anda juga berhak memberikan masukan dan pengetahuan akan harga yang mereka ajukan. Karena itu diperlukan sebuah rekomendasi dari sahabat, dan orang-orang terdekat.

Karena resikonya, Anda bisa mengalami kerugian, misalnya telah terjadi kesepakatan antara Anda dengan pihak pemborong akan harga bangunan A. Namun ternyata harga itu berubah atau naik, dan Anda tidak tahu akan hal itu, repotnya pihak pemborong tidak mau tau ataupun dipusingkan akan hal ini, sehingga mereka menggantinya dengan barang yang diluar kesepakatan. Dan yang akan rugi?.

Untuk itulah perlunya pembicaraan awal dan mungkin Anda memiliki kenalan toko bangunan?. Itu akan lebih baik tentunya, walaupun setahu saya pihak pemborong biasanya memiliki toko bangunan langganan.

Perencanaan teknis yang meliputi pemilihan tukang, pemilihan bahan bangunan bahkan pemilihan tempat dimana Anda membeli bahan bangunan tersebut, serta jasa konsultan ataupun perancang dari bangunan yang akan dibangun. Akan lebih baik jika semua bagian itu bisa Anda lakukan sendiri, dalam artian Anda memiliki kenalan atau orang dekat yang berkaitan dengan hal tadi. Hal ini tentu saja untuk meminimalisir resiko, sehingga kenyaman yang didapat menjadi lebih sempurna.

Selian itu juga konsep dari bentuk dan fungsi rumah yang Anda inginkan harus mudah dimengerti oleh orang yang akan mengerjakan rumah Anda, sehingga tidak akan banyak membuang waktu.

Pengawasan pengerjaan pun menjadi satu hal pokok yang harus bisa Anda lakukan. Saya memiliki pengalaman dan cara tersendiri untuk Anda yang tidak bisa mengawasi secara langsung, namun minimal Anda bisa memberikan sebuah arahan sebelum mereka memulai pekerjaannya. Cara ini sangat cocok bagi Anda yang pergi pagi dan pulang sore hari.
  1. Sebelum berangkat, pastikan Anda memberikan arahan atau masukan kepada mandor dari pemborong tersebut. Seperti ketidaksesuaian dengan apa yang Anda inginkan, sehingga diperlukan beberapa hal yang perlu di tambah.
  2. Sebaiknya Anda selalu meminta laporan hasil yang telah dikerjakan kepada mandor dari pemborong tersebut setiap kali Anda pulang kantor.
  3. Periksa setiap hasil yang dikerjakan mereka sepulang kantor, sehingga Anda tahu apa saja tahap pembangunan yang telah diselesaikannya.

Tips Tambahan Mendesain Rumah


Ada beberapa hal yang kiranya penting Anda ketahui, dan tentu saja hal ini bisa mencegah pengeluaran berlebih. Sehingga tidak ada bahan bangunan yang nantinya terbuang percuma.

Karena berapapun besarnya uang atau bahan bangunan yang terbuang sudah pasti hal ini akan merugikan Anda. Dan Anda pasti tau jika pemborosan adalah satu hal yang tidak terpuji. Berikut ini tipsnya.

Ketika membangun rumah, pastikan Anda menentukan apa yang diinginkan kedepannya. Apakah Anda akan tetap dengan satu lantai atau akan membuatnya menjadi dua lantai.

Jika menginginkan bangunan dua lantai, namun saat ini Anda belum memiliki anggaran cukup, maka metode rumah tumbuh bisa dijadikan pilihan yang sangat tepat. Namun bila Anda hanya menginginkan bangunan satu lantai, maka Anda tidak perlu melakukan hal ini.

Metode rumah tumbuh memudahkan Anda ketika akan membuat bangunan dilantai dua nantinya, sehingga Anda tidak perlu melakukan pembuatan pondasi kembali. Karena metode ini seperti Anda menanam investasi, dimana Anda membuat pondasi untuk dua lantai sekaligus. Namun maksud saya disini bukan membangun bangunan satu lantai, lantas diatasnya Anda sudah membangun tiang untuk digunakan nantinya. Yang saya maksud ialah, anda membangun pondasi bangunan yang mampun untuk menopang bangunan dua lantai.

Dan ketika dana cukup, Anda tinggal membuat bangunan di lantai atas tanpa harus membongkar tembok untuk membuat pondasi baru. Mudah dam simpel bukan?. Lalu, mana yang Anda pilih?

Ingin Membangun Pondasi?, Inilah Jenis-Jenis Pondasi

Pondasi merupakan komponen wajib yang harus ada saat membangun sebuah rumah, karena memang pondasi mempunyai banyak sekali fungsi, dan yang paling pokok fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa baca dalam tulisan sebelumnya di tautan berikut: Fungsi Pondasi Dan Jenis Pondasi Bangunan

Dalam membangun sebuah pondasi perlu perencanaan, mempertimbangkan struktur bangunan dan perhitungan teknis lainnya. Jangan asal membangun, karena kesalahan dalam perencanaan pondasi akan berpengaruh besar terhadap keamanan bangunan dan juga faktor resiko lainnya. Sudah banyak contoh dimana bangunan mengalami kerusakan, dinding retak, bangunan ambruk, semua berawal dari pondasi yang tidak kuat. Baca juga: Pentingnya Perencanaan Dalam Membangun, Jangan Asal Mengerjakan
Jenis-Jenis Pondasi
Dalam tulisan sebelumnya sudah disinggung mengenai kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam membangun sebuah rumah, diantaranya: kesalahan dalam merencanakan pondasi, penulangan struktur yang asal-asalan, pemasangan kolom yang tidak lurus, pemasangan balok yang tidak bertumpu pada kolom, pemasangan dinding miring atau tidak lurus, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya bisa membaca dalam tulisan di link ini: Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah

Jenis-Jenis Pondasi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat pondasi agar lebih kokoh. Namun sebelumnya perlu diketahui mengenai jenis pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Pondasi dangkal biasanya dipergunakan untuk bangunan sederhana, misalnya untuk rumah tinggal atau bangunan yang menopang beban tidak terlalu berat. Dari sebutannya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa kedalaman galian jenis pondasi dangkal hanya beberapa meter saja kedalam tanah. Tipe yang sering dipergunakan dari jenis pondasi ini adalah pondasi menerus yang umumnya dipergunakan pada rumah tinggal, bisa dari bahan beton maupun pasangan batu. Beberapa jenis pondasi dangkal diantaranya Pondasi Batu Kali, Pondasi Telapak, Pondasi Raft (pondasi tikar), Pondasi Rakit, Pondasi Umpak dan Pondasi Plat Beton.

Pondasi dalam biasanya dipergunakan untuk gedung bertingkat atau bangunan yang memang memiliki konstruksi yang cukup berat. Biasanya dipergunakan untuk meneruskan beban bangunan melewati lapisan tanah lemah bagian atas ke lapisan lebih keras dibagian bawah. Contoh pondasi dalam diantaranya Pondasi Sumuran, Pondasi Tiang Pancang (Tiang Pancang kayu, Tiang Pancang Beton Pracetak, Tiang Pancang Baja), Pondasi Piers dan pondasi Caissons (Bor Pile).

Selain dua jenis pondasi tersebut, bisa juga memakai kombinasi pondasi pelat dan tiang pancang. Nah, demikian tadi uraian singkat mengenai pondasi dan juga jenis-jenisnya. Mohon maaf bila apa yang saya sampaikan kurang lengkap, untuk referensi lain bisa Anda cari melalu buku-buku atau tulisan yang banyak tersedia di blog atau website. Semoga bermanfaat.

Kenapa Jalan Cepat Rusak?, Ini Sebabnya

Jalan merupakan salah satu sarana penting dalam aktivitas sehari-hari, karena dengan adanya jalan membuat orang bisa melakukan banyak hal. Bayangkan saja bila tidak ada jalan, tentu orang akan kesulitan bila ingin menempuh perjalanan, waktu juga akan lebih lama bila tidak ada jalan yang memadai. Roda perekonomian bisa terganggu, dan masih banyak dampak buruk lain yang bisa ditimbulkan bila tidak ada jalan.

Jangankan tidak ada jalan, misalnya jalan rusak saja bisa mengganggu, membuat tidak nyaman untuk dilalui, rawan kecelakaan juga. Oleh karena itu, bila ada jalan yang kondisinya tidak baik membuat banyak orang mengeluhkannya. Karena pentingnya jalan, maka jalan harus ada dan dalam kondisi yang bagus.
Kenapa Jalan Cepat Rusak?, Ini Sebabnya
Lalu, kenapa jalan cepat rusak?, apa faktor penyebabnya?. Sebelumnya sudah pernah saya tulis disini mengenai faktor penyebab jalan aspal cepat rusak, sebenarnya untuk jenis jalan lain (jalan paving, jalan beton, dll) kurang lebih sama faktor penyebab kerusakannya. Secara umum bisa diambil kesimpulan seperti berikut:

1. Tidak ada saluran di samping jalan

Saluran sangat banyak manfaatnya, salah satunya untuk membuat jalan menjadi lebih awet. Kenapa demikian?, karena air bisa langsung mengalir, tidak menggenang di jalan. Misalnya jalan tidak dilengkapi dengan saluran di samping jalan, maka air akan mengalir di badan jalan yang lama kelamaan akan merusak jalan.

2. Kualitas jalan kuang baik

Kaitannya dengan mutu jalan, terkadang tidak sesuai standar, baik karena kesalahan perencanaan atau karena pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Sering kita jumpai jalan yang belum lama dibangun tapi sudah rusak, perhatikan saja kualitas jalan tersebut, besar kemungkinan kualitasnya tidak baik.

Selain itu, kualitas jalan juga dipengaruhi oleh bahan material yang dipergunakan. Misalnya saja saat melakukan pengecoran jalan tapi menggunakan pasir yang banyak tercampur tanah, maka jalan akan cepat rusak karena bahan material tidak sesuai standar.

3. Sering dilalui kendaraan dengan muatan berlebihan

Setiap jalan punya kelas sendiri-sendiri, kalau jalan sering dilalui kendaraan dengan muatan berat diatas rata-rata yang diperbolehkan, maka jalan tersebut akan cepat rusak karena memikul beban yang terlalu berat. Oleh sebab itu perlu adanya aturan mengenai beban maksimal yang boleh melalu sebuah jalan, kalau di jalan raya biasanya sudah diberi rambu-rambu batas beban maksimal yang boleh melintas.

4. Kondisi tanah

Kondisi tanah yang kurang baik juga bisa membuat jalan cepat rusak. Misalnya saja pada tanah labil, maka kondisi jalan juga akan cepat rusak, apalagi bila sering dilalui kendaraan dengan muatan berat. Contoh lain adalah pada tanah gerak, seperti tanah lempung, pada jenis tanah ini selalu ada pergeseran sehingga jalan akan rentan retak dan rusak.

5. Perawatan yang kurang

Membangun lebih mudah daripada memelihara. Sudah banyak ditemui jalan yang rusak karena tidak pernah dilakukan pemeliharaan. Beberapa hal yang bisa timbul akibat jarang dilakukan pemeliharaan diantaranya akar pohon yang merusak jalan, dahan dan daun menghalangi sinar matahari langsung ke jalan sehingga saat ada genangan air tidak bisa langsung hilang, rumput yang tumbuh dimana-mana, sampah di jalan, dan masih banyak lagi akibat kurangnya perawatan jalan.

6. Faktor lingkungan

Untuk jalan di permukiman, bisa disebabkan tritis rumah atau talang air yang langsung kena badan jalan, sehingga lama kelamaan akan menyebabkan jalan menjadi cepat rusak. Oleh karenanya perlu adanya talang yang mengalirkan air agar tidak langsung jatuh ke jalan.

Demikian tadi beberapa faktor yang bisa menyebabkan jalan cepat rusak. Intinya bahwa ada banyak faktor yang bisa menimbulkan jalan tidak awet, bila menginginkan jalan bisa awet tentu faktor-faktor diatas bisa dapat terpenuhi. Karena bagaimanapun juga memiliki fasilitas yang bagus dan nyaman untuk dilalui merupakan harapan semua orang. Semoga memberi manfaat.

Faktor Penyebab Saluran Air Cepat Rusak

Musim penghujan merupakan saat dimana banyak orang merasa was-was, khususnya mereka yang menjadi langganan banjir semisal di wilayah Jakarta. Tak mengherankan jika setiap musim hujan banyak orang yang merasa sedih, meskipun tak sedikit juga yang merasakan kegembiraan. Seperti pernah saya tulisakan sebelumnya, salah satu faktor penyebab banjir adalah saluran air yang tidak ada, atau ada saluran air tapi tidak berfungsi dengan baik.
Alasan kenapa saluran tidak awet dan cepat rusak
Saluran yang sudah dibangun terkadang hanya berfungsi beberapa waktu saja, terutama saat awal selesai dibangun. Setelah beberapa bulan, banyak saluran yang sudah rusak. Terjadinya kerusakan pada saluran bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tiga diantaranya adalah:

1. Kurangnya pemeliharaan

Membangun memang lebih mudah daripada merawatnya, benar saja, banyak yang mengusulkan pembangunan saluran di wilayahnya, tapi saat saluran sudah jadi tidak ada perawatan setelahnya. Pemeliharaan sangatlah penting, karena tanpa perawatan maka akan mempercepat saluran menjadi rusak atau tidak berfungsi. Pendangkalan saluran, tumbuhnya rumput, banyaknya sampah, adalah beberapa hal yang wajar terjadi saat saluran tidak dirawat. Kalau sudah begitu, maka tak akan menunggu lama untuk melihat saluran menjadi rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

2. Kualitas saluran kurang baik

Apapun jenis pekerjaannya, kalau tidak dikerjakan dengan baik tentu saja hasilnya juga kurang baik. Begitu juga dengan saluran, kalau dalam pengerjaannya asal-asalan, kualitas kurang baik, tentu saja akan membuat saluran menjadi cepat rusak. Perbandingan campuran adukan untuk pasangan saluran yang tidak sesuai standar merupakan hal yang umum di jumpai, bila kualitas saluran buruk maka saluran akan cepat mengalami kerusakan.

3. Diameter saluran tidak sebanding dengan debit air

Seperti pernah saya tuliskan disni, ada beberapa kesalahan saat membangun saluran, salah satunya adalah mengenai perencanaan yang tidak tepat. Membuat saluran memang harus disesuaikan dengan kebutuhan, perlu mempertimbangakn kondisi debit air yang akan melaluinya. Misalkan saja debit air sangat besar, sedangkan diameter saluran tidak mampu menampungnya, bisa saja saluran akan cepat rusak karena terkena arus air yang besar.

Tiga faktor diatas merupakan penyebab saluran cepat rusak, semua karena faktor kesalahan manusia. Selain ketiga hal diatas, tentu masih ada faktor lain, misalnya saja karena faktor alam. Apapun itu, sebisa mungkin semenjak perencanaan, peleksanaan pekerjaan, hingga sampai perawatan dilakukan dengan sebaik-baiknya agar saluran baik dan berfungsi secara maksimal.

Teknis Pemasangan Plesteran Dinding ~ Cara Plester Dinding

Memasang dinding memang sudah "selesai" saat dinding bata sudah terpasang, namun secara fungsi belum bisa dikatakan maksimal karena baru awal. Sebelumnya sudah ditulis mengenai teknis pasangan bata, bisa baca tulisannya di link ini: Teknik Pasangan Bata Untuk Dinding ~ Cara Memasang Dinding Bata. Untuk menambah kekuatan dinding dan melindungi dinding dari pengaruh cuaca, maka dinding perlu di plester.

Kali ini akan dibahas mengenai langkah lanjutan dalam pekerjaan dinding seteleh dinding bata, yaitu terkait pekerjaan pelsteran dinding. Langkah teknisnya adalah sebagai berikut:
Cara Membuat Plesteran Dinding - Teknis Pemasangan Plesteran Dinding

Teknis plesteran

Berikut ini teknis pemasangan plesteran dinding
  • Basahi permukaan dinding sampai rata
  • Buat lajur kepala dengan jarak misalnya 1 meter s/d 2 meter sesuai jidar yang akan digunakan dan ketebalan sesuai ketentuan
  • Beri adukan lapisan komprot sampai rata
  • Buang butiran-butiran kamprot yang melekat tidak sempurna dengan alat penggaruk secara horizontal
  • Letakkan lapis badan plesteran dengan menggunakan sendok aduk
  • Ratakan permukaan dengan mistar perata dan bila terdapat lubang-lubang isi kembali dengan adukan
  • Padatkan dan ratakan permukaan plesteran dengan roskam
  • Bersihkan permukaan plesteran dari kotoran dan debu yang menempel dengan sikat halus atau kain basah.

Hal yang perlu diperhatikan pada aplikasi plesteran

Berikut ini hal-hal yang tak kalah penting terkait teknis aplikasi pemasangan plesteran dinding, yaitu:
  1. Plesteran pada dinding permukaan padat, misalnya produk dari beton precast (beton pracetak seperti dinding, kolom, balok), maka sebelum aplikasi plesteran maka permukaan dasarnya diberi lapisan pasta (campuran semen, air) lalu di kamprot ke dinding untuk membuat permukaan menjadi kasar sehingga mudah menempel.
  2. Plesteran pada dinding permukaan logam (biasanya kolom baja yang akan di plester), maka sebelum aplikasi plester maka harus dipasang kawat anyam pada permukan dinding dengan cara di las atau keling, langkah selanjutnya dapat mengikuti petunjuk aplikasi plesteran seperti di atas. 
Baca juga:
    Demikian tadi ulasan mengenai teknis pemasangan dinding yang saya olah dari buku saku petunjuk praktis teknis aplikasi Holcim. Semoga bisa menambah wawasan. Tak ada salahnya untuk mencobanya, karena memang banyak hal baru yang bisa kita kerjakan, salah satunya dengan memasang plesteran, kalau sudah bisa, tak perlu kita mahal-mahal bayar tukang, bukan?. Semoga bermanfat.

      Teknik Pasangan Bata Untuk Dinding ~ Cara Memasang Dinding Bata

      Memasang dinding bata biasanya dilakukan oleh tukang batu, hal ini wajar mengingat tidak semua orang bisa melakukan pemasangan bata dengan baik dan benar. Namun, bukan berarti orang awam tidak bisa melakukannya, bukan?. Ya, awalnya para tukang itu juga tidak bisa, tapi karena mereka belajar dan terbiasa akhirnya menjadi ahli dalam memasang dinding bata.

      Berikut ini akan diuraikan secara ringkas mengenai teknik pemasangan bata untuk dinding, mulai dari persiapan sampai langkah pemasangannya. 
      Praktek Memasang Bata Untuk Dinding ~ Memasang Dinding Bata

      Persiapan Adukan

      Sebelum pekerjaan pemasangan dinding dimulai, sebelumnya terlebih dahulu dipersiapkan peralatan dan juga bahan material yang akan digunakan, langkah-langkahnya adalah:
      • Siapkan semua peralatan (ayakan, pengki/alat ukur material, alas pengaduk/box, sendok/cetok, roskam, tempat rendaman bata, benang, mistar ukur, slang air/water pass, plastik sebagai penutup adukan, yang akan digunakan) dan bahan yang akan di gunakan (batu bata/batako, semen, pasir).
      • Ayak pasir terlebih dahulu apabila pasir belum lembut atau masih bercampur dengan kerikil/koral. Pengayakan ini bertujuan untuk memisahkan pasir dengan kerikil/koral, karena nanti bisa mengganggu saat memasang bata.
      • Rendam batu bata kira-kira 2-8 menit atau sampai jenuh, kondisi jenuh ditandai dengan tidak menyerapnya air pada bata/batako pada saat disiram air.
      • Buat adukan mortar (campuran semen dan pasir) pada box pengaduk dengan air secukupnya atau sampai didapat adukan yang pulen dengan perbandingan semen dan pasir sesuai yang diinginkan, misalnya 1 : 6 (1 semen : 6 pasir) atau menyesuaikan kualitas pasir yang tersedia.
      • Tutup adukan yang telah siap pakai dengan plastik untuk mengurangi penguapan air.

      Pelaksanaan

      Setelah adukan siap, maka langkah selanjutnya adalah memulai pemasangan dinding bata, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
      • Pasang mistar pengukur lapisan bata secara tegak lurus, ukur dengan unting-unting.
      • Pasang benang penarik horizontal dan ukurlah dengan alat (water pas atau slang air).
      • Tentukan ketebalan lapisan arah vertikal pada mistar ukur sesuai ketebalan bata ditambah tebal spesi (6-10 mm).
      • Pastikan bahwa permukaan bata/batako dalam kondisi bersih dan bebas dari debu agar adukan dapat merekat sempurna.
      • Mulailah pemasangan pada lapis pertama yag didahului pemasangan adukan/spesi sebagian dasar.
      • Lanjutkan lapis berikutnya dan kontrol ketegakan pasangan dengan alat untin-unting.
      • Bila terdapat sisa adukan yang menempel tidak sempurna (melebihi ketebalan bata) maka bersihkan segera sebelum mengeras.
      • Rawat pasangan bata yang sudah selesai dengan melindungi dari sinar matahari secara langsung, misalnya dengan menggunakan plastik atau penyiraman air.
      Demikian tadi langkah-langkah pemasangan dinding bata, mulai dari persiapan sampai dengan pemasangan. Apa yang ditulis dalam langkah-langkah diatas adalah teknik ideal, artinya bahwa langkah-langkah diatas adalah langkah ideal dan sesuai standar. Tutorial tersebut saya olah dari buku saku Petunjuk Praktis Teknis Aplikasi, Holcim.

      Baca juga tulisan terkait dengan dinding bata, di link berikut:  
      Dengan pemahaman teknik pasangan bata untuk dinding diatas, semoga bisa membuat bertambah wawasan dan bisa dicoba untuk pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus mencari tukang batu. Semoga bermanfaat.

      Kesalahan Dalam Membuat Talud ~ Memasang Talud Tidak Rapi

      Pada tulisan sebelumnya sudah saya uraikan terkait dengan pentingnya perencanaan dalam sebuah proses membangun. Sudah sedikit disinggung mengenai pentingnya perencanaan dan penggunaan sebuah perencanaan dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Karena menjadi sebuah kesia-siaan apabila dibuat sebuah perencanaan tapi dalam pelaksanaan pekerjaan tidak mengacu pada perencaanaan yang sudah dibuat.


      Kali ini akan saya contohkan mengenai sebuah pekerjaan pembuatan sebuah talud yang berada dipinggir jalan, yang dalam pelaksanaan pekerjaan tidak mengacu pada perencanaan yang sudah dibuat.

      Tinggi talud melebihi jalan sehingga air dari jalan tidak dapat mengalir

      Idealnya dalam membangun sebuah talud ketinggian talud tidak melebihi badan jalan, hal ini bertujuan agar air dari jalan bis mengalir lancar, tidak menggenang di jalan sehingga bisa merusak jalan. Kalau memang "terpaksa" diatas badan jalan, maka harus ada jaminan kalau air dari jalan dapat mengalir terbuang. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan membuat tali air atau tempat aliran air dengan kemiringan sesuai aliran air.

      Pembuatan tali air tidak serong searah aliran air 

      Seperti sudah dsinggung diatas, untuk memperlancar aliran air agar tidak menggenang pada jalan, maka perlu dibuat tali air agar air dari jalan bisa mengalir lancar. Namun terkadang banyak yang tidak memperhatikan aliran air, dan asal membuat. Bila membuat tali air tidak serong sesuai aliran air, maka air dari jalan tidak bisa lancar mengalir.

      Tidak memasang suling-suling pada badan talud

      Pemasangan suling-suling itu sangat penting, agar air dari tanah samping saluran bisa mengalir dan talud tidak rusak. Suling-suling bisa dari pipa paralon, atau yang sederhana bisa menggunakan bambu.

      Pemasangan talud lurus, berkelok-kelok tidak rapi

      Talud rapi, harusnya ditarik benang agar pasangan lurus tidak berkelok-kelok, perlu dipasang bowplang dan diukur tinggi talud agar sama dan rapi. Apabila pasangan talud berada dilokasi yang lurus, maka akan sangat mengganggu pemandangan saat pasangan talud tidak lurus.

      Pembuatan plesteran terlalu tebal

      Plesteran idealnya 1,5-2,5 cm, kalau terlalu tebal bisa beresiko pecah, selain itu akan membuat boros material sehingga berpengaruh pada pembengkakan anggaran. Untuk talud biasanya plesteran hanya dibagian atas dan sedikit disamping, tapi semua kembali pada perencanaan, karena kondisi berbeda maka perencanaan terkadang juga tidak sama.


      Sekali lagi saya tegaskan bahwa apa yang disampaikan diatas adalah contoh talud yang berada dipinggir jalan, jadi ada beberapa hal yang kurang pas diberlakukan apabila talud dibangun tidak dipinggir jalan. Namun, poin-poin tersebut sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai pembangunan talud tidak bermanfaat secara maksimal karena pelaksanaan yang tidak mengacu pada perencanaan. Mohon koreksi apabila yang saya sampaikan tersebut ada yang keliru. Semoga bermanfaat.

      Pentingnya Perencanaan Dalam Membangun, Jangan Asal Mengerjakan

      Membangun adalah pekerjaan yang boleh dibilang mudah, jika pembandingnya adalah memelihara. Kenapa demikian?, karena menurut saya selama ada dana untuk membangun, semua bisa dikatakan mudah karena sudah ada pendukung utama untuk terlaksananya sebuah proses membangun. Tapi, untuk pemeliharaan biasanya minim sekali dana yang dianggarkan, bahkan banyak yang harus berswadaya untuk pemeliharaan sebuah bangunan.
      Perlu Perencanaan Dalam Membangun, Jangan Asal Mengerjakan
      Oleh sebab itu, untuk membuat bangunan lebih bagus hasilnya dan bermanfaat secara maksimal, sebelum membangun perlu dibuat sebuah perencanaan yang jelas. Banyak kasus yang terjadi, hasil pekerjaan kurang bagus atau tidak berfungsi sebagai mana mestinya, semua karena kurang perencanaan dan asal membangun saja. Beberapa contoh kasus yang sering ditemui diantaranya adalah:

      Membangun Rumah

      Dalam membangun sebuah rumah, sering dijumpai pemasangan pondasi yang kurang dalam, pemasangan kolom tidak lurus, pemasangan balok tidak bertumpu pada kolom, pembesian struktur beton yang tidak sesuai, dan lainnya. Bisa baca tulisan terkait dengan kesalahan membangun sebuah rumah di tulisan ini: Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah

      Membangun Saluran

      Beberapa kesalahan dalam membangun sebuah saluran diantaranya kurang memperhatikan tinggi rendah saluran, bibir saluran lebih tinggi dari permukaan jalan, dimensi saluran yang kurang besar, fungsi atau kegunaan saluran yang kurang jelas, hulu-hilir saluran kurang jelas, dll. Untuk lebih jelas mengenai uraian kesalahan dalam membangun saluran bisa baca di tulisan berikut: Beberapa Kesalahan Saat Membangun Sebuah Saluran

      Membangun Jalan

      Kesesuaian jenis struktur jalan sangat penting. Banyak kasus pembangunan jalan yang sia-sia karena struktur yang dibangun tidak sesuai dengan lokasi yang dibangun. Kadang terjadi jalan bergelombang, jalan amblas, jalan kemiringannya kurang, terjadi genangan di badan jalan, umur jalan yang tidak lama, dll. Perencanaan diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dan kegagalan dalam membangun jalan.


      Apa yang tertulis diatas hanya beberapa contoh kesalahan dalam merencanakan dan mungkin juga dalam pelaksanaannya. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang kadang mengalami kendala dan hasil kurang bagus akibat kesalahan dalam perencanaan. Selain karena faktor perencanaan yang kurang jelas, faktor pelaksanaan yang tidak memperhatikan perencanaan juga bisa menjadi penyebab "kegagalan" sebuah bangunan. 

      Apapun jenis pekerjaannya, perlu perencanaan yang bagus dan digunakan sebagai acuan dalam membangun, akan menjadi sebuah kesia-siaan apabila mempunyai perencanan bagus tapi tidak digunakan sebagai acuan dalam membangun.

      Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah

      Setiap orang tentu ingin memiliki sebuah rumah, karena memang keberadaan rumah menjadi sebuah kebutuhan pokok yang mau tidak mau harus tersedia. Bukan hanya sebagai tempat tinggal saja, saat ini banyak orang yang menanam investasi mereka dengan membeli atau membangun sebuah rumah. Maka tidak mengherankan bila saat ini banyak pengembang yang memasarkan rumah dengan harga murah sampai dengan kelas atas (mahal).

      Untuk yang beli rumah di perumahan, tentu tak perlu repot untuk membangun, karena biasanya rumah yang dijual tinggal menempati saja. Tapi, bagi yang membangun rumah dari nol, perlu perencanaan yang matang agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan mendasar yang dapat berakibat fatal. Kalau memungkinkan menggunakan tenaga ahli perencanaan, itu lebih bagus, tapi kalau tidak, bisa menggunakan tukang yang benar-benar bagus.
      Gambar Perencanaan Sebuah Bangunan Gedung
      Kenapa hal ini penting?, karena banyak ditemui bangunan yang tidak berfungsi maksimal dan hasil yang mengecewakan karena kerusakan-kerusakan akibat pengerjaan yang asal dan perencanaan yang tidak jelas. Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membangun sebuah rumah diantaranya:

      Pondasi kurang dalam/ tidak sampai tanah keras

      Pondasi merupakan bagian pokok dan salah satu yang paling penting dari sebuah bangunan, karena memang struktur paling bawah dari sebuah rumah ini berfungsi menahan beban bangunan. Idealnya pemasangan pondasi harus sampai dengan tanah keras, sehingga pondasi akan stabil. Namun, banyak dijumpai rumah yang perletakan pondasinya asal, tidak memperhatikan posisi tanah, dan seringnya berdasar pengalaman tukang.


      Beberapa akibat yang bisa ditimbulkan akibat pondasi yang tidak sesuai aturan diantaranya bangunan menjadi kurang kuat, dinding pecah karena pondasi amblas, yang paling diatkutkan adalah apabila sampai terjadi keruntuhan bangunan akibat pondasi tidak mampu menahan beban diatasnya.

      Penulangan struktur beton asal-asalan

      Penggunakan besi dalam membuat beton sangat vital fungsinya, namun tak sedikit orang yang mengabaikannya. Banyak tukang yang hanya berdasar perkiraan, sehingga penggunaan besi tulangan terkadang tak begitu mempertimbangkan beban dan cara pengerjaannya.

      Beberapa hal yang sering terjadi dalam kesalahan penulangan diantaranya diameter besi tidak sebanding dengan beban, jarak sengkang tidak diperhatikan, jumlah besi tidak sesuai, ikatan kurang kuat, tidak menggunakan tekuk pada ujung sebagai pengait, dll.

      Pemasangan kolom tidak lurus

      Banyak tukang yang asal membuat bekisting untuk kolom, entah itu kolom praktis maupun kolom struktur, sehingga posisi kolom tekadang tidak lurus. Hal ini akan menjadi masalah besar ketika ring balok atau balok struktur tidak tepat menumpu pada kolom.  

      Pemasangan balok tidak bertumpu pada kolom

      Banyak tukang yang kurang pengetahuan sehingga dalam menempatkan balok tidak tepat diatas kolom. Bisa dijumpai balok yang bertumpu pada dinding atau dikaitkan dengan ring balok pengikat dinding. Akan sangat beresiko bila hal ini terjadi, bila beban yang dipikul balok sangat berat, maka dinding akan retak dan bisa mengakibatkan keruntuhan bangunan rumah. 

      Pemasangan dinding miring atau tidak lurus

      Dalam memasang dinding bata harusnya lurus dan tidak bergelombang, karena hal ini berpengaruh juga pada kekuatan dinding dalam menahan beban. Sering dijumpai sudut ruangan yang tidak siku, hal ini bisa disebabkan karena dalam pemasangan dinding tidak lurus dan tidak memperhatikan sudut bangunan. Sudut bangunan yang tidak siku akan sangat kelihatan bila ruangan dipasang lantai keramik.
      Dinding Retak Akibat Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah

      Hal-hal diatas adalah kesalahan-kesalahan fatal dalam membangun sebuah rumah dalam hal struktur utama bangunan. Kesalahan-kesalahan lain yang biasanya juga sering terjadi dalam membangun sebuah rumah diantaranya:
      • Batu bata tidak direndam sebelum dipasang, sehingga akan mengurangi kekuatan struktur dinding. Karena bila bata dipasang dalam kondisi kering, maka air semen dalam adukan akan terserap kedalam bata sehingga akan mengurangi kekuatan dinding.
      • Dalam pekerjaan plesteran/ acian, dinding tidak disiram terlebih dahulu. Idealnya sebelum di plester atau di aci, dinding disiram sampai jenuh sehingga air semen tidak terserap dalam dinding.
      • Pemasangan genteng tidak lurus atau kurang pas di tumpuan, sehingga bisa mengakibatkan tampias atau kebocoran.
      • Dll
      Apa yang tertulis diatas adalah beberapa hal yang tak seharusnya dilakukan dalam memabangun sebuah rumah. Perencanaan yang bagus diperlukan, demikian juga dengan pelaksanaan juga harus mengacu pada perencanaan yang sudah dibuat. Perencanaan dan pelekasanaan perkejaan yang baik akan menjadikan hasil pembangunan juga baik. Semoga bisa dijadikan acuan dalam membangun sebuah rumah. Semoga bermanfaat.

      Cara Pemasangan Kusen Pintu dan Kusen Jendela

      Pada postingan sebelumnya sudah dituliskan mengenai Fungsi, Syarat dan Pertimbangan Pemasangan Pintu dan Jendela serta Jenis-Jenis Pintu dan Jendela, pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara memasang kusen pintu dan juga kusen jendela yang benar. Memang terkesan mudah, namun bila keliru dalam pemasangannya, maka kondisi kusen yang terpasang menjadi tidak sempurna dan bahkan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
      Langkah-langkah Pemasangan Kusen Pintu dan Kusen Jendela

      Berikut ini cara pemasangan kusen pintu

      1. Persiapkan bahan dan alat yang diperlukan di lokasi atau tempat yang aman dan mudah dijangkau.
      2. Tentukan kedudukan kusen dengan cara merentangkan benang dengan jarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
      3. Pasang angker pada kusen secukupnya. Tujuan dipasang angker adalah untuk kekuatan kusen agar terikat dengan pasangan dinding.
      4. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
      5. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting. 
      6. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh. 
      7. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh. 
      8. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen. 
      9. Bersihkan lokasi disekitar kusen pintu yang sudah terpasang tersebut.
      Untuk pemasangan kusen jendela, kurang lebih sama dengan cara pemasangan kusen pintu. 

      Berikut ini cara pemasangan kusen jendela

      1. Persiapkan bahan dan alat yang diperlukan di lokasi atau tempat yang aman dan mudah dijangkau.
      2. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank
      3. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela . 
      4. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank
      5. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut. 
      6. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting. 
      7. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat. 
      8. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar. 
      9. Bersihkan lokasi disekitar kusen jendela yang sudah terpasang tersebut.
      Demikian tadi langkah-langkah atau cara memasang kusen pintu dan juga kusen jendela. Banyak yang asal pasang, apalagi mereka yang awam dan kurang pengalaman dalam pemasangan terkadang asal pasang saja, dan resiko yang sering terjadi adalah kedudukan kusen kurang pas atau tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat.

      Syarat Rumah Sehat ~ Tips Agar Rumah Menjadi Sehat

      Siapa sih yang tidak menginginkan rumah yang sehat?, saya percaya semua orang ingin memiliki rumah yang sehat. Namun demikian, tak sedikit dijumpai rumah yang tidak sehat dan tidak layak huni. Kondisi rumah yang kurang sehat bisa membuat penghuni rumah kurang nyaman, dan yang lebih berbahaya lagi apabila nantinya bisa menimbulkan dampak negatif bagi penghuni rumah.
      Syarat Rumah Sehat ~ Tips Agar Rumah Menjadi Sehat
      Diluar konteks kesadaran maupunn kemampuan ekonomi pemilik rumah, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadikan rumah menjadi sehat, diantaranya adalah:

      1. Lantai yang kedap air

      Lantai tanah sangat rentan terhadap timbulnya penyakit, apalagi kalau kondisinya berdebu, lembab, atau becek, sangat mudah untuk menimbulkan penyakit. Kondisi lantai yang kedap air membuat rumah jadi lebih sehat. Bahan untuk lantai bisa bermacam-macam, diantaranya: keramik, ubin, semen, kayu, dll.

      2.  Ventilasi udara yang mencukupi

      Sirkulasi udara dalam rumah sangat penting, oleh karenanya perlu pemasangan ventilasi yang mencukupi agar udara bisa lancar dan udara jadi lebih segar. Gunakan ventilasi udara murni, baik itu dari pintu, jendela, bouven, dll. Hindari penggunaan kipas angin secara berlebihan, karena bisa menyebabkan flek pada paru-paru.

      Baca juga: Tips Mengatasi Minimnya Ventilasi Dengan Exhaust Fan Atau Taman

      3. Sistem pencahayaan

      Kondisi rumah dengan pencahayaan alami yang mencukupi bisa membuat rumah menjadi lebih sehat. Cahaya matahari yang masuk dalam ruangan rumah sangatlah penting, karena rumah yang kekurangan cahaya matahri bisa menjdi lembab dan dapat mengakibatkan timbulnya bibit penyakit. Bila cahaya matahari tidak bisa masuk lewat pintu, jendela, atau bouven, bisa juga dengan memasang genteng kaca. Ingat, meski penting, namun jangan sampai terlalu banyak cahaya matahari yang masuk, karena juga bisa berdampak kurang bagus.

      4. Bahan untuk atap dan langit-langit

      Jangan menggunakan asbes untuk bahan atap rumah tinggal, asbes masuk dalam kategori tidak dianjurkan untuk bahan atap, karena asbes mengandung bahan yang dapat berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan seng untuk rumah tinggal juga dihindari karena bisa menyebabkan hawa ruangan menjadi panas. Usahakan menggunakan genteng, karena bahan ini paling cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia.

      Langit-langit rumah jangan dibuat terlalu pendek, karena bisa membuat ruangan menjadi panas dan tidak nyaman.

      Baca juga: Tips Mengatasi Panas Pada Rumah

      5. Akses air bersih

      Rumah yang sehat harus punya akses air bersih yang mencukupi. Kebutuhan air bersih minimal untuk satu orang adalah 60 liter per hari (keperluan minum, mandi, cuci, dll)

      6. Pembuangan limbah

      Kondisi rumah harus selalu bersih. Limbah rumah tangga harus dibuang pada tempatnya, baik itu sampah maupun limbah cair dapur dan kamar mandi. Jamban harus menggunakan septictank yang kedap air dengan jarak sejauh mungkin dengan sumber air bersih. Buang limbah dengan benar ke tempatnya, jangan sampai limbah mencemari tanah, air, dan mengakibatkan bau.

      Baca juga: Pengertian Tangki Septik (Septic Tank), Cara Memelihara, Dan Pengurasan Tangki Septik

      7. Polusi dan Kontaminasi

      Hindari penggunaan cat yang mengandung bahan berbahaya, karena bisa menganggu kesehatan penghuni rumah. Buat buangan asap dari dapur agar tidak mengakibatkan polusi dan mengganggu dan mencemari ruangan lain.

      Demikian tujuh syarat rumah sehat yang bisa diterapkan dalam rumah. Selain tujuh hal diatas, yang paling utama dari rumah sehat adalah rumah yang selalu terjaga kebersihannya. Bagaimanapun juga rumah merupakan tempat untuk berkumpul dan bertempat tinggal, sehingga kondisinya harus sehat dan nyaman untuk ditempati.

      Jenis - Jenis Pintu dan Jendela

      Pada tulisan sebelumnya, sudah sedikit saya singgung mengenai fungsi, syarat dan pertimbangan dalam pemasangan pintu dan jendela. Pada tulisan kali ini, akan saya tuliskan mengenai jenis-jenis pintu dan jendela.

      Sebelum memutuskan untuk memilih jenis pintu atau jendela, terlebih dahulu kita sesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan ruangan, jangan sampai salah pilih. Pintu dan jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bagaimana bukaannya, hal ini juga sangat erat hubungannya dengan jenis perangkat alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai untuk melekatkan daun pintu/jendela pada rangkanya.

      1. Jenis Pintu

      Jenis pintu bisa dilihat dari beberapa hal, salah satunya adalah jenis pintu dilihat dari cara membukanya daun pintu. Berikut perbedaan pintu dilihat dari cara membukanya daun pintu:

      a. Pintu sorong (slide a door) yang membukanya didorong horisontal ke kiri/kanan atau vertikal ke sisi atas, daun-daun pintu ini ditempatkan pada belakang rangka atau pada alat/rel, bagian jendela dapat dibuka penuh.
      Pintu Sorong
      b. Pintu lipat, yang membukanya dengan cara didorong dan melipat di kanan/kiri, daun-daun pintu diletakan/digantung pada alat/rel, bagian pintu dapat dibuka ± 90%.
      Pintu Lipat
      c. Pintu Gulung (roll a door), yang membukanya dengan cara digulung di atas, daun-daun pintu digulung pada alat, bagian pintu dapat dibuka penuh.
      Pintu Gulung
      d. Pintu sayap tunggal/ganda, daun pintu digatung pada sisi dalam/luar rangka dengan alat/engsel. Pintu ini dibedakan menjadi pintu kiri/pintu kanan. Untuk mengetahui perbedaan ini dengan cara pada saat kita berdiri dan punggung menempel pada alat penggantung, apabila bukaan daun pintu sesuai dengan gerakan membuka tangan kiri maka pintu tersebut adalah pintu kiri demikian juga untuk pintu kanan. Bagian pintu dapat dibuka penuh.
      Pintu Sayap
       2. Jenis Jendela

      Jendela biasanya dikelompokkan sesuai dengan bukaanya, jendela yang terpasangnya mati tidak terbuka sama sekali, akan memberikan tingkat kekedapan terhadap cuaca paling besar. Jendela yang terbuka untuk ventilasi, pembersihan dan jalan keluar darurat mempunyai daun-daun jendela yang membukanya dengan cara disorong, diayun atau diputar. Berikut ini adalah jenis-jenis utama bekerjanya jendela.

      a. Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara vertikal. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat/rel. Bagian jendela dapat dibuka ± 50%.
      Jendela Sorong Vertikal
      b. Jendela gantung ganda, mempunyai daun-daun jendela yang didorong secara horisontal. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada alur depan rangka atau pada alat/rel. Bagian jendela dapat dibuka ± 50%.
      Jendela Sorong Horizontal
      c. Jendela sayap, mempunyai daun-daun jendela yang digantung pada ambang atas/bawah atau pada tiang. Daun-daun jendela ini ditempatkan pada engsel depan/belakang. Bagian jendela dapat dibuka penuh
      Jendela Sayap
      Demikian tadi jenis-jenis pintu dan jendela, semoga kita bisa memilih jenis pintu maupun jendela sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan sampai asal pilih, karena saat kita salah memilih, maka akan terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan perkiraan, misalnya pintu/jendela tidak berfungsi baik, tidak cocok dengan tampilan bangunan, atau pembengkakan biaya karena harus menggantu pintu/jendela dengan jenis baru sesuai keinginan. Semoga bermanfaat.

      (Disarikan dari Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 2, Untuk SMK, A.G Tamrin)

      Fungsi, Syarat, dan Pertimbangan Pemasangan Pintu dan Jendela

      Setiap bangunan, khususnya rumah tinggal, pasti terdapat pintu dan jendela sebagai bagian wajib yang harus ada. Ada sebagian orang yang dalam memilih dan memasang pintu dan jendela mempertimbangkan banyak factor, tapi tak sedikit pula yang hanya asal memilih dan memasang, padahal ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan dalam pemasangan pintu dan jendela.
      Fungsi, Syarat, dan Pertimbangan Dalam Pemasangan Pintu dan Jendela
      Pemasangan Pintu dan Jendela
      Fungsi Pintu dan Jendela

      Pintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintu atau jendela dipengaruhi oleh perletakan/penempatan, efisiensi ruang dan fungsinya.

      Dalam sebuah bangunan, pintu dan jendela mempunyai banyak fungsi, diantaranya sebagai berikut:

      Fungsi pintu:
      Sebagai sarana lintas antara bagian dalam dan bagian luar bangunan. Selain itu, dalam kegiatan atau komunikasi antar ruang maka pintu sangat diperlukan.

      Fungsi jendela 
      Berikut ini beberapa fungsi dari jendela:
      • Sebagai penerangan alami ruangan
      • Sebagai pengatur suhu ruangan sirkulasi udara
      • Untuk melihat pemandangan atau situasi luar bangunan
      Dalam perencanaannya, pemasangan pintu dan jendela sebaiknya mempertimbangkan banyak faktor. Setidaknya dalam merencanakan pintu dan jendela, ada 4 (empat) hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :

      1. Matahari
      Sebagai sumber pengurangan dan penambahan panas, pintu dan jendela dalam peletakkannya sebaiknya diletakkan di sisi sebelah timur dan/atau barat.

      2. Penerangan
      Untuk menghasilkan penerangan alami sebuah ruangan, dengan menempatkan jendela dekat sudut ruangan maka dinding didekatnya disinari cahaya akan memantulkan ke dalam ruangan.

      3. Pemandangan
      Jendela sebaiknya ditempatkan untuk memberi bingkai pada pemandangan. Ketinggian ambang atas jendela sebaiknya tidak memotong pemandangan orang yang duduk ataupun berdiri di dalam ruangan, juga jangan sampai kerangka jendela membagi dua atau lebih suatu pemandangan.

      4. Penampilan
      Penampilan pintu dan jendela juga perlu diperhatikan, karena jendela akan dapat mempengaruhi penampilan eksterior rumah atau bangunan.

      Persyaratan
      Hal-hal yang tidak boleh dilupakan dari pemasangan pintu dan jendela dalam sebuah bangunan adalah mengenai persyaratan yang harus dipenuhi, syarat-syarat tersebut diantaranya meliputi:
      • Pintu dan jendela yang dipasang dapat bekerja dengan aman
      • Tahan terhadap pengaruh cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka bahan yang digunakan untuk membuat pintu dan juga jendela harus dipilih dari bahan yang baik, tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang/susut (muai, melengkung)
      • Tidak ada celah/ cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu udara) masuk ke dalam ruangan.
      • Pintu dan jendela harus kuat
      • Dalam sebuah ruangan, minimal harus ada 1(satu) buah jendela
      Demikian tadi sekilas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pintu dan jendela. Semoga dalam memilih bahan dan memilih perletakkan pintu dan jendela yang baik dan benar bisa memberi dampak positif terhadap bangunan yang kita tempati. Karena, bagaimanapun juga pintu dan jendela merupakan salah satu factor yang menjadi penunjang utama dalam keindahan rumah dan juga memaksimalkan fungsi rumah atau bangunan yang kita tempati. Semoga bermanfaat.

      (Disarikan dari Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 2, Untuk SMK, A.G Tamrin)

      Cara Menentukan Harga Paving

      Bicara soal paving memang tak ada habisnya, karena memang jenis material ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan perkerasan, baik jalan, halaman, taman, atau lokasi-lokasi lain. Selain mudah dalam pemasangan, paving juga mudah ditemukan di pasaran. Pada postingan sebelumnya sudah saya tulisakn disini mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan paving blok, diantaranya:
      Nah, pada tulisan kali ini akan saya coba tuliskan mengenai cara menentukan harga paving. Tentu saja hal ini berkaitan dengan usaha pembuatan paving dan cara menentukan harga jualnya. Penentuan harga paving untuk tiap-tiap daerah berbeda-beda, tergantung dari harga bahan dasar paving dan hasil pembuatan selama satu hari oleh pekerja.
      Sebagai contoh, paving persegi panjang dengan ukuran 20 cm x 10 cm x 6 cm dengan tingkat mutu untuk jalan, dengn perbandingan campuran 1 PC : 3 Pasir.

      Kebutuhan bahan            : 0,20 x 0,10 x 0,06 = 0,0012 m3
      Perbandingan campuran  : 1 PC : 3 Pasir
      Kebutuhan pasir              : 3/4 x 0,0012 = 0,0009 m3
      Kebutuhan PC                : 1/4 x 0,0012 = 0,0003 m3 = 0,0099 sak
      Catatan 1 m3 semen PC : 33 sak semen @40 kg
      Kebutuhan upah             : Upah pekerja 1 hari Rp 15.000, 1 hari kerja menghasilkan 300 buah paving
      Harga material                : Pasir  Rp 50.000 / m3, Semen 40 kg Rp 20.500 / sak

      Perhitungan Biaya
      Bahan
      Pasir          = 0,0009 m3 x Rp 50.000  = Rp   45,00
      Semen PC = 0,0099 sak x Rp 20.500  = Rp 202,95
      Jumlah kebutuhan biaya bahan adalah 45,00 + 202,95 = Rp 247,95

      Upah
      1 buah paving = Rp 15.000 / 300 = Rp 50,00

      Jadi, kebutuhan total bahan + upah adalah Rp 247,95 + Rp 50 = Rp 297,95

      Dengan kata lain bahwa harga satu buah paving adalah Rp 297,95. Ini baru harga paving ditempat, kalau misalnya untuk menentukan harga paving antar ketempat yang jauh tinggal ditambahkan saja biaya ongkos kirim.  

      Sebagai catatan, perhitungan diatas adalah perhitungan untuk paving dengan bentuk persegi panjang dengan ukuran 20 cm x 10 cm x 6 cm, kalau ketebalan dan bentuknya berbeda tentu saja perhitungannya juga tidak sama dengan contoh diatas. Selain itu, harga material diatas hanyalah sebuah contoh, untuk harga pasir, semen, dan upah harus diganti sesuai dengan harga yang saat ini ada di pasaran.

      Cara Mudah Menentukan Harga Satuan Pekerjaan

      Bicara tentang harga satuan pekerjaan, tak lepas dari yang namanya analisa RAB dan harga satuan gahan material dan upah tenaga kerja. Ya, karena hal-hal tersebutlah yang menjadi acuan dalam menentukan perhitungan harga satuan pekerjaan. Pernah suatu ketika saya berdebat dengan seorang pelaksana pekerjaan talud yang merasa ngeyel karena pekerjaannya tidak selesai. Alasannya banyak, karena dana kurang, karena volume tidak sesuai, dan berbagai alasan lainnya. Padahal perencanaan awal sudah diukur volume kebutuhan lapangan, dihitung dengan menggunakan analisa SNI dan juga menggunakan harga riil dilapangan.
      Orang itu membandingkan dengan pekerjaan talud lain yang katanya dananya lebih besar sehingga merasa wajar kalau tidak selesai. Padahal, secara perencanaan dan harga yang digunakan sama, otomatis harga satuan pekerjaan sama. Tapi tetap saja orang itu tidak percaya. Berulangkali saya sampaikan alasan secara teknis namun tetap saja dia tidak percaya, entah karena tidak tahu atau memang karena ada sesuatu yang memang tidak benar pada saat pelaksanaan.

      Sebenarnya, secara logika sudah bisa diketahui kalau pekerjaan itu bisa dilihat dari banyak faktor: bahan material, perbandingan campuran, jumlah pekerja (HOK). Dengan asumsi jumlah material sama, perbandingan campuran sama, dan jumlah HOK sama, otomatis harga satuan pekerjaannya sama. Tapi, kalau jumlah material sama, perbandingan campuran sama, tapi jumlah HOK atau jumlah hari orang kerja berbeda, otomatis harga satuan pekerjaannya juga berbeda.

      Sebagai contoh kasus yang saya ceritakan diatas, ada dua pekerjaan talud dengan volume sama, panjang 100 meter, campuran adukan sama, jumlah tenaga kerja sama, yang satu diselesaikan selama 10 hari, yang satunya selesai selama 15 hari. Dengan melihat lamanya waktu pelaksanaan, otomatis harga satuan pekerjaan berbeda, yang membedakan adalah pada jumlah upah pekerja, karena jumlah harinya selisih yang berakibat pada pembengkakan upah tenaga. Untuk jumlah bahan sama, karena volume dan campuran yang digunakan sama. Sudah jelas diketahui bila penyebab perbedaan harga satuan pada contoh diatas adalah pada selisih upah pekerja.

      Rumus sederhana untuk menentukan Harga Satuan Pekerjaan = Jumlah Biaya / Volume yang diperoleh
      Contoh: Pekerjaan plesteran dinding menghabiskan biaya Rp 1.000.000, volume yang diperoleh 100 m2. Maka harga satuan/ m2 adalah: Rp 1.000.000/ 100 m2 = Rp 10.000. Jadi, harga satuan/ m2 = Rp 10.000 atau dengan kata lain untuk menyelesaikan 1 m2 plesteran dinding butuh biaya Rp 10.000.

      Anda bisa menggunakan rumus sederhana diatas untuk menentukan harga satuan pekerjaan. Dengan kasus yang berbeda, akan diketahui letak selisih harga satuan pekerjaan, bisa karena faktor upah pekerja, harga satuan bahan, atau perbandingan campuran. Semoga bermanfaat.

      Tips Mengatasi Panas Pada Rumah

      Memiliki rumah yang nyaman adalah dambaan setiap orang, karena rumah adalah tempat dimana orang tinggal dan mendapatkan kenyamanan, tempat untuk berkumpul dan beraktifitas setelah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja atau aktifitas lain.
      Membangun rumah
      Namun sayangnya tidak semua rumah bisa memberi kenyamanan bagi penghuninya, ada banyak sebab, bisa karena lokasinya yang kurang strategis, lingkungan yang kurang sehat, daerah yang rawan banjir, dan lain sebagainya. Salah satu penyebab lain yang membuat penghuni rumah kurang nyaman adalah kondisi rumah yang panas.

      Untuk alasan yang satu ini, perlu solusi yang tepat, semua bisa dilakukan sejak awal perencanaan sebelum membangun sebuah rumah. Ada beberapa tips untuk mengatasi panas pada rumah tinggal, diantaranya:

      • Ventilasi atap. Buat ventilasi pada atap agar sirkulasi udara lebih baik dan mengurangi panas pada ruangan.
      • Langit-langit dibuat tinggi. Tinggi langit-langit berpengaruh terhadap suhu diruangan, karena jarak yang jauh antara lantai dan plafon dapat menurunkan suhu ruang karena adanya ruang kosong yang memungkinkan udara bergerak bebas. Panas dari atap bisa didinginkan, dengan catatan, ventilasi ruang juga harus baik.
      • Orientasi bangunan terhadap matahari. Sesuaikan penataan ruang dengan posisi matahari, misal: ruang tidur di tenggara sampai timur laut, dapur di utara atau selatan, dll.
      • Ventilasi silang. Seperti diketahui bahwa udara dapat mengalir pada tempat yang berbeda tekanannya. Oleh karenanya perlu membuat ventilasi rumah yang tepat. Buatlah bukaan pada 2 sisi bangunan yang saling bersebrangan. Agar alirannya dapat berputar ke seluruh ruangan, buatlah bukaan dengan ukuran yang berbeda dan tidak saling berhadapan.
      • Hindari efek rumah kaca. Menggunakan material kaca untuk rumah memang bagus, namun perlu memperhatikan juga efek yang bisa ditimbulkan. Gunakan material kaca seperlunya, jangan terlalu banyak menggunakan material kaca kalau memang bisa diganti dengan material lain yang lebih "bersahabat".
      • Warna bangunan terang. Jangan asal mengecat rumah, selera warna boleh-boleh saja, namun alangkah baiknya disesuaikan juga dengan kenyamanan dan efek yang bisa ditimbulkan.
      • Plafond bermaterial berat. Buat plafond dengan material berat, meski lebih mahal namun bisa memberi kenyamanan. Sebagai contoh adalah bangunan dua lantai akan lebih sejuk ruangan dilantai bawah dibandingkan ruangan yang diatas, karena ruangan yang dibawah sudah terhalangi oleh dak beton lantai dua sehingga panasnya tidak langsung diteruskan kebawah. Ini hanya contoh, bukan berarti harus membuat plafond dari cor beton lho..
      • Halaman dengan tanaman. Banyak rumah yang dikeraskan dengan cor beton atau paving agar terlihat rapi namun akhirnya meninggalkan ruang untuk menanam pohon atau tanaman lain. Usahakan menyisakan ruang untuk tanaman agar rumah lebih terlihat hijau dan lebih nyaman untuk ditinggali.
      • Tanaman hias. Masih ada kaitan dengan ruang untuk tanaman, misalnya ada keterbatasan lahan, untuk pengadaan media tanam dapat menggunakan pot. Tanaman hias bisa ditempatkan diteras, atau bahkan didalam ruang, banyak referensi tata ruang yang bsa dijadikan acuan untuk menata tanaman hias di rumah, Anda bisa mencari referensinya.
      Dengan beberapa langkah diatas permasalahan panas pada rumah tinggal sedikit banyak bisa teratasi. Oleh sebab itu, jangan hanya asal membangun rumah, namun perlu memperhatikan juga perencanaan yang matang agar rumah nyaman untuk ditempati, karena membangun rumah bukan hanya untuk satu dua hari saja, namun diharapkan rumah bisa ditempati selama mungkin. Semoga bermanfaat.

        Keunggulan Dan Kekurangan Paving Blok

        Kenapa sih banyak orang yang merekomendasikan penggunaan paving blok?, bukan tanpa alasan tentunya, karena memang menggunakan paving blok memberikan banyak keunggulan bila dibandingkan dengan bahan lain. Meskipun demikian, bukan berarti penggunaan paving blok tidak memiliki kekurangan.
        Pasangan paving blok
        Nah, agar lebih ada gambaran tentang plus minus penggunaan paving blok, berikut ini beberapa kekurangan dan juga kelebihan dari penggunaan paving blok:

        Keunggulan paving blok
        • Paving blok mempunyai daya serap air yang baik sehingga dapat mengurangi genangan air dan mencegah bahaya banjir.
        • Pemasangan paving blok sangat mudah, tidak mempergunakan spesi pasangan, pengikat antara masing-masing paving blok cukup menggunakan pasir sebagai bahan pengisi.
        • Apabila terjadi kerusakan (pecah) dapat diganti dengan mudah, cukup dengan mengambil paving yang pecah dan diganti dengan yang baru.
        Kekurangan penggunaaan paving blok
        • Pasangan paving blok mudah bergelombang bila pondasinya tidak dipasang dengan kuat. 
        • Paving juga kurang cocok untuk dipasang di lahan yang dilalui kendaraan berkecepatan tinggi. Sehingga paving block hanya cocok untuk dipasang di lahan yang dilalui kendaraan berkecepatan rendah saja misalnya lingkungan permukiman dan perkotaan yang padat.
        Dengan mempertimbangkan keunggulan dan juga kekurangan paving blok tersebut, maka dalam penggunaannya harus disesusaikan dengan kebutuhan. Bila ingin menggunakan paving blok, gunakanlah paving yang kualitasnya bagus. Paving yang bagus dan layak dipasang adalah yang mempunyai bentuk sempurna, tidak retak-retak atau cacat, dan bagian sudut dan rusuknya tidak mudah dihancurkan dengan kekuatan tangan.

          sosmed

          Google+ Follow Twitter Add Facebook RSS FEED

          BIO INFO

          MIKROBA PENGURAI adalah mahluk bersel satu yang hidup di sekitar kita.sebagian orang menyebutnya bakteri tanah,sebab hidupnya memang di dalam tana,juga di dalam septictank kita.
          keberadaannya sangat diperlukan,karena mikroba tersebut bertugas menguraikan sisa-sisa bahan organik(tinja,sampahbangkai,limbah)menjadi zat/partikel yang aman bagi lingkungan.
          bayangkan apa jadinya bumi ini jika tidak ada mikroba pengurai?sampah dan bangkai bertumpuk disekitar kita,menebarkan bau busuk dan wabah penyakit merajalela


          Hal yang harus di perhatikan ;
          -jangan memnasukan benda plastik,karet ,filter roko,kertas dll.kedalam closet sebab benda-benda tersebut sulit/tak dapat di uraikanoleh mikroba pengurai.
          -jangan tuangkan karbol,lysol kedalam closet sebab bersifat anti-septic(mematikan bakteri,termasuk mematikan mikroba penghancur yang ada di dalam septictank)sehingga septicteank cepat penuh dan bau.