Powered by Blogger.

STARBIO PLUS

Serbuk bioteknologi modern
untuk mengatasi limbah organik rumah tangga

Aman bagi pipa dan kulit praktis -tanpa harus kuras/sedot Cukup Dituangkan Ke Dalam Closet/Septic-Tank

HEMAT BIAYA,WAKTU,
dan TENAGA

PENTING

sebelum menggunakan Starbio Plus

SEPTIC-TANK YANG BENAR

-MEMPUNYAI RESAPAN
Lantai Resapan terdiri dari pasir batu karang,injuk dan tanah,tidak boleh di semen/di beton.
kesalahan dalam membuat resapan mengakibatkan Septic-tank sering penuh dengan air.

-MEMPUNYAI PIPA UDARA
pipa udara yang menjulang ke udara terbuka,fungsinya untuk mengeluarkan gas gas yang timbul akibat adanya proses dekomposisi/pembusukan tinja oleh mikroba didalam septic-tank.
apabila pipa ini tidak ada /tersumbat,gas akan keluar melalui closet,menebarkan bau busuk.

PERHATIKAN HAL-HAL DIATAS SEBELUM MENGGUNAKAN STARBIO PLUS,AGAR HASIL EFEKTIF DAN MEMUASKAN


Sosrobahu, Pengertian & Sejarahnya



Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Teknik ini dianggap sangat membantu dalam membuat jalan layang di kota-kota besar yang jelas memiliki kendala yakni terbatasnya ruang kota yang diberikan, terutama saat pengerjaan konstruksi serta kegiatan pembangunan infrastrukturnya tidak boleh mengganggu kegiatan masyarakat kota khususnya arus lalu-lintas dan kendaraan yang tidak mungkin dihentikan hanya karena alasan pembangunan jalan.



Sejarah Sosrobahu

Pada tahun 1980, Jakarta mengalami peningkatan jumlah kemacetan lalu lintas dan jalan layang menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu perusahaan konstruksi yang beroperasi pada waktu itu adalah PT Hutama Karya, yang dikontrak untuk membangun jalan layang di atas jalan A. Yani, sebuah jalan yang arus lalu lintasnya sangat padat. Selama konstruksi jalan layang di atasnya, jalan A. Yani ini tidak boleh ditutup karena jika jalan ini ditutup, akan terjadi kemacetan yang luar biasa di Jakarta. Selain di atas jalan A. Yani, PT Hutama Karya juga dikontrak untuk membangun jalan layang di atas jalur penghubung Cawang-Tanjung Priok yang juga sangat padat arus lalu lintasnya.
Masalah yang dihadapi dalam kedua proyek tersebut sama, yaitu “bagaimana cara membangun jalan layang di atas jalan tanpa menutup akses ke jalan yang sudah ada di bawah jalan layang tersebut”. Saat itu, belum ada metode yang dapat digunakan untuk membangun jalan layang tanpa menutup akses jalan di bawahnya. Saat itu, hanya tersedia metode konstruksi menara konvensional yang hanya dapat dilakukan dengan menutup akses jalan raya. Kedua masalah inilah yang akhirnya melatarbelakangi lahirnya teknik konstruksi Sosrobahu, sebuah teknik konstruksi temuan insinyur Indonesia yang sangat populer di dunia.
Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang merupakan lulusan teknik sipil ITB adalah pencetus lahirnya teknik Sosrobahu ini. Konsep teknik Sosrobahu lahir karena beliau terinspirasi ketika ia sedang memperbaiki mobil Mercedesnya. Saat ia sedang memperbaiki mobil, ia mengangkat kedua ban depan dengan dongkrak hidrolik, sementara kedua ban belakangnya tetap bertumpu di lantai. Ketika itu, lantai yang menjadi tumpuan kedua ban belakang tersebut licin karena adanya ceceran oli yang tumpah dari mobil secara tidak sengaja. Ir. Tjokorda tidak sengaja menyentuh mobil dan ketika mobil tersentuh, badan mobil berputar dengan sumbu batang dongkrak hidrolik. Kejadian ini menginspirasi Ir. Tjokorda bahwa pompa hidrolik bisa dipakai untuk mengangkat benda berat dan bila bertumpu pada permukaan yang licin, benda berat tersebut mudah digeser. Ir. Tjokorda terinspirasi untuk menerapkan prinsip ini untuk mengangkat dan memindahkan beton fondasi pembangunan jalan layang.

Awalnya Ir. Tjokorda bereksperimen dengan membuat silinder berdiameter 20 cm sebagai batang dongkrak hidrolik. Batang ini ditindih beton seberat 80 ton. Hasilnya bisa diangkat dan dapat berputar sedikit tetapi tidak bisa turun ketika dilepas. Ternyata dongkrak tersebut miring posisinya. Hal ini kemudian disempurnakan oleh Tjokorda. Untuk membuat rancangan yang lebih tepat, Tjokorda mengacu pada Hukum Pascal yang menyatakan “Bila zat cair pada ruang tertutup diberikan tekanan, maka tekanan akan diteruskan ke segala arah”. Zat cair yang digunakan adalah minyak pelumas. Segala perhitungan yang digunakan dalam perancangan konsep Tjokorda ini dilakukan dengan menggunakan Rumus Sukawati. Rumus ini dinamai Sukawati karena Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang pertama kali menemukan rumus tersebut. Selain merancang perhitungan yang akurat dengan Rumus Sukawati, Tjokorda juga berusaha mencari minyak yang paling tepat digunakan sebagai fluida pada dongkrak Sosrobahu. Fluida yang dipakai harus memiliki kekentalan (viskositas) yang tepat, yaitu fluida yang dapat mengangkat beton yang beratnya ratusan ton dan cukup licin untuk memutar beton tersebut berputar 90°.
Setelah siap dengan Rumus Sukawati dan fluida yang tepat, Tjokorda pun mengerjakan rancangan finalnya, yakni sebuah landasan putar yang dinamai Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH). LPBH ini merupakan dua piringan (cakram) besi yang saling menangkup. Kedua cakram besi memiliki ketebalan 5 cm dan diameter 80 cm. Meski kecil, cakram besi ini mampu menahan beban hingga 625 ton. Ke dalam raung di antara kedua piringan tersebut, dipompakan minyak oli yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah itu, digunakan penutup karet untuk menyekat rongga di antara tepian piring besi itu untuk menjaga minyak supaya tidak terdorong keluar ketika ditekan dengan pompa untuk mengangkat beton. Penekanan minyak oleh pompa akan mengakibatkan cakram bagian atas dan beton fondasi di atasnya akan terangkat ke atas. Terangkatnya cakram ke atas mengakibatkan cakram atas dan cakram bawah terpisah dan memiliki celah yang terisi minyak di antaranya. Dengan terjadinya hal ini, cakram atas dan beton yang diangkatnya dapat diputar karena cakram atas akan licin terhadap cakram bawah. Peristiwa licin ini disebabkan keberadaan minyak bertekanan di antara kedua cakram. Dengan demikian, bahu fondasi yang awalnya dibangun searah dengan jalan raya dapat diputar sejauh 90°. Begitulah dasar pemikiran Konsep Sosrobahu. Cakram rancangan Tjokorda ini ditunjukkan pada gambar 1.
Aplikasi konsep Sosrobahu dibutuhkan untuk mengkonstruksi jalan layang di atas suatu jalan tanpa menutup atau mengganggu akses lalu lintas pada jalan di bawah jalan layang tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun tiang jalan terlebih dahulu, seperti ditunjukkan pada gambar 1.

Tiang jalan ini dilengkapi dengan kepala tiang yang berbentuk segi enam, dengan cakram pemutar berisi minyak di dalamnya. Setelah tiang yang dilengkapi kepala dan cakram pemutar terpasang, konstruksi beton jalanan harus dilakukan dalam arah yang searah dengan jalur lalu lintas. Karena konstruksi beton jalanan dilakukan dengan menempatkan penyanggah-penyanggah besi besar di bawahnya, jika konstruksi beton diposisikan tegak lurus terhadap arah jalur lalu lintas, penyanggah besi di bawahnya akan menyumbat jalur lalu lintas. Peristiwa ini diilustrasikan seperti pada gambar 2 (garis putus-putus menunjukkan arah jalur lalu lintas).
Sementara itu, jika konstruksi beton diposisikan sejajar arah lalu lints, penyanggah besi tidak akan menutupi jalur lalu lintas, seperti diilustrasikan pada gambar 4 (garis putus-putus menunjukkan arah jalur lalu lintas).
Oleh sebab itulah, Tjokorda merancang konsep Sosrobahu. Dengan konsep ini, ia dapat membangun fondasi jalan layang tanpa menutup/mengganggu arus lalu lintas. Dengan cakram yang ditemukannya, masalah dapat diatasi. Sosrobahu diawali dengan pemasangan tiang jalan yang dilengkapi cakram. Kemudian, di atas tiang jalan, dikonstruksi beton dalam arah sejajar arus lalu lintas. Setelah selesai, beton yang arahnya sejajar arus lalu lintas diputar sejauh 90° dengan menggunakan cakram pemutar. Setelah diputar, maka fondasi jalan layang siap untuk dipasangi dengan pelat-pelat jalan layang akan membentuk jalan layang utama.
Temuan Tjokorda ini menggentarkan dunia. Temuannya ini digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Dalam melakukan perhitungan, insinyur Amerika Serikat bahkan mematuhi Rumus Sukawati yang dirumuskan Tjokorda. Atas penemuan teknologi Sosrobahu ini, Tjokorda menerima sejumlah hak paten dari berbagai negara, yaitu dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Teknik Sosrobahu juga digunakan dalam pembangunan jalan layang terpanjang di Metro Manila, pembangunan 298 tiang jalan di Filipina, pembangunan 135 tiang jalan di Kuala Lumpur. Teknologi ini juga sangat menarik bagi Korea Selatan yang terus bersikeras ingin membeli patennya. Teknologi Sosrobahu yang sangat aplikatif, teruji teknis, ekonomis, dan efisien ini memang sangat luar biasa sehingga banyak negara yang memakainya. Saat teknologi Sosrobahu digunakan di Filipina, Presiden Filipina berujar, “Inilah temuan Indonesia, sekaligus buah ciptaan putra ASEAN”. Sungguh membanggakan.
Sumber Lengkap

Sosrobahu Versi Ke-2


Teknologi Sosrobahu ini dikembangkan menjadi versi ke-2. Bila pada versi pertama memakai angker (jangkar) baja yang disusupkan ke beton, versi keduanya hanya memasang kupingan yang berlubang di tengah. Lebih sederhana dan bahkan hanya memerlukan waktu kurang lebih 45 menit dibandingkan dengan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Dalam hitungan eksak, konstruksi Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (1 abad)


Menurut Dr. Drajat Hoedajanto pakar struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanya metode sangat sederhana untuk pelaksanaannya (memutar bahu lengan beton jalan layang). Sistem ini cocok dipakai pada elevated toll road (jalan tol layang dalam kota) yang biasanya mengalami kendala lalu lintas dibawahnya yang pada. Sosrobahu terbukti bermanfaat dalam proses pembangunan jalan layang, sangat aplikatif, teruji baik teknis dan ekonomis.




Bahaya Asbes | Alasan Asbes Dilarang Digunakan/ Tidak Di rekomendasikan

Asbes, barangkali kita sudah tidak asing lagi dengan material ini, atau minimal kita pernah dengar namanya. Banyak kita jumpai rumah atau bangunan lain yang menggunakan asbes sebagai penutup atap. Padahal, dari beberapa penelitian mengungkapkan bahwa asbes tidak direkomendasikan untuk digunakan karena berbahaya bagi kesehatan.

Kenapa asbes berbahaya?, karena asbes tersusun dari fiber-fiber mineral alami, dan dalam kenyataannya beberapa jenis fiber yang terkandung dalam asbes bisa membahayakan manusia. Asbes terdiri dari serat-serat , bahkan lebih tipis dari rambut manusia. Serat-serat yang sangat tipis, bahakn lebih tipis dari rambut manusia, yang terkandung dalam asbes bila terhirup paru-paru tidak akan bisa dikeluarkan oleh tubuh. Serat ini akan berada didalam paru-paru, dan secara perlahan akan memunculkan berbagai penyakit bagi manusia, seperti penyakit Asbestosis, Mesothelioma, hingga Kanker.

Oleh karenanya, beberapa negara mengatur regulasi khusus tentang penggunaan asbes sebagai bahan bangunan. Bahkan, The European Union melarang pemakaian semua jenis asbes, termasuk ekstraksi, pembuatan, hingga pengolahan produk asbes. Australia, Brazil, Kanada dan banyak negara lainnya telah membuat undang-undang tentang penggunaan asbes.

Asbes membahayakan tubuh, bila ada bagian yang rusak serat yang menyusun asbes terlepas ke udara, serat tipis yang beterbangan di udara dan terhirup manusia itulah yang membahayakan bagi kesehatan manusia. Namun dalam kenyataannya masih banyak yang menggunakan asbes, diluar konteks tahu atau tidak, seharusnya ada regulasi khusus mengenai penggunaan asbes ini. Demikian sekilas mengenai bahaya asbes dan alasan kenapa asbes dilarang/tidak direkomendasikan untuk digunakan, semoga bermanfaat.

Pengertian Insulation Atau Insulasi dan jenisnya


Insulasi bangunan memiliki ruang lingkup yang luas untuk setiap objek dalam sebuah bangunan. Insulasi digunakan sebagai isolasi (pembuat kedap) untuk tujuan apapun. Sebagian besar insulasi pada bangunan adalah untuk tujuan termal, istilah ini juga berlaku untuk insulasi akustik, insulasi api, dan insulasi dampak/impact (misalnya untuk getaran yang disebabkan oleh aplikasi industri). Seringkali suatu bahan insulasi dipilih karena kemampuannya untuk melakukan beberapa fungsi sekaligus



Isolasi bertindak sebagai penghalang untuk kehilangan panas dan mendapatkan panas, terutama di atap dan langit-langit, dinding dan lantai. Ini membantu untuk menjaga bangunan hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.
Insulasi panas/termal pada bangunan merupakan faktor penting untuk mencapai kenyamanan termal untuk penghuninya. Insulasi mengurangi hilangnya panas yang tidak diinginkan atau bisa juga menambahkannya (panas). Insulasi dapat mengurangi kebutuhan energi dari sistem pemanas dan pendingin.  

 

Bahan/material insulasi tidak padat seperti bahan bangunan lainnya yang merupakan konduktor. Material ini memiliki jutaan kantong udara kecil di dalam serat atau gelembung dalam insulasi busa plastik. Serat dan gelembung kecil ini membantu untuk memperlambat proses transmisi panas.
 

Keuntungan

Insulasi membantu untuk:
  • Mengurangi penggunaan sistem pemanas dan pendingin 
  • Menghemat biaya
  • Meningkatkan kenyamanan penghuni  
  • Mengurangi kebisingan.  
  • Memperlambat dan mencegah kebocoran udara dan transmisi uap air. 
  • Membantu meningkatkan ketahanan bangunan terhadap api (fireproof).
 

Jenis Insulasi

Ada dua jenis utama insulasi:
 
  1. Insulasi Curah/Bulk (biasanya berupa gulungan atau papan) bertindak sebagai penghalang untuk aliran panas, menjaga panas yang tidak diinginkan dalam atau di luar rumah Anda. Hal ini dapat dibuat dari bahan-bahan seperti glass wool, poliester, wol atau kertas daur ulang.
  2. insulasi reflektif membantu menjaga kesejukan rumah Anda di musim panas dengan membelokkan radiasi panas. Ini biasanya diaplikasikan bersama aluminium foil yang dilaminasi ke kertas atau plastik dan tersedia dalam bentuk lembaran dan bantalan.  


    insulasi reflektif jauh lebih efektif dalam mengurangi perpindahan panas dibandingkan insulasi lainnya. Faktanya, insulasi reflektif dapat memblokir sebanyak 97% dari aliran radiasi panas. Insulasi biasa hanya memperlambat aliran panas turun, tapi tidak memblokirnya.
 Beberapa produk insulasi menggabungkan fitur dari insulasi baik curah/bulk dan reflektif.

Sebuah Alternatif - Selulosa

Selulosa, isolator nabati, adalah bentuk tertua dari isolasi rumah. Dahulu kala telah diproduksi dari serbuk gergaji jerami, kapas, rami, dan bahan tanaman lainnya dengan konduktivitas termal rendah. Di masa sekarang, material ini diproduksi dari koran daur ulang yang kemudian diproses dengan bahan kimia yang mengurangi potensi pembakaran nya. Selulosa harus diolah secara kimia untuk mengurangi sifat mudah terbakar, meskipun selalu memiliki potensi untuk tetap terbakar. Bahan kimia ini yang digunakan biasanya natrium borat, asam borat, atau amonium sulfat, umumnya dianggap aman untuk kontak manusia.


Beton Precast atau juga disebut beton pracetak merupakan bahan beton yang telah dibuat di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan, kemudian beton yang dicetak tersebut akan diangkut dan dipasang ke tempat lokasi konstruksi bangunan.Beton pracetak adalah produk konstruksi yang dihasilkan oleh pengecoran beton dalam cetakan yang dapat digunakan kembali. Sebaliknya, beton standar/biasa dicor dan dicuring di lapangan.



Dengan memproduksi beton pracetak dalam lingkungan yang terkendali/ di pabrik (biasanya disebut sebagai precast plant), beton pracetak ini dapat terbentuk dengan sempurna  dan diawasi secara ketat oleh karyawan pabrik. Memanfaatkan sistem Beton Precast memberikan potensi keuntungan yang banyak selama proses pengecoran beton di lapangan.  

Proses produksi beton precast dilakukan pada permukaan tanah, yang membantu dalam tingkat keselamatan kerja proyek keseluruhan. Terdapat kontrol yang lebih ketat pada kualitas bahan dan pengerjaan di pabrik pracetak daripada di lokasi konstruksiSecara finansial, cetakan-cetakan yang digunakan di pabrik pracetak dapat digunakan kembali ratusan hingga ribuan kali sebelum mereka harus diganti, yang memungkinkan biaya bekisting per unit lebih rendah daripada untuk produksi  langsung di lapangan proyek.



Ada berbagai jenis beton pracetak, yang membentuk sistem untuk aplikasi arsitektur, berbeda dalam ukuran, fungsi dan biaya. Panel arsitektur pracetak juga digunakan untuk melapisi semua atau bagian dari dinding fasade bangunan yang digunakan untuk lansekap, kedap suara (soundproofing), dan dinding keamanan, dan kadang dapat menjadi elemen dari struktur beton prategang. Drainase stormwater, air dan limbah pipa, dan terowongan menggunakan unit beton pracetak. Drainase stormwater, pipa air dan limbah, serta terowongan memanfaatkan unit beton pracetak.

Keuntungan

  • Memudahkan pekerjaan struktur maupun finishing
  • Menghemat biaya pekerjaan bangunan dibanding dengan cara konvensional / manual  karena tidak ada pekerjaan ulang
  • Beton precast sebelum bangunan didirikan sudah bisa dilihat bentuk atau desainnya.
  •  Mutu yang lebih terjamin.
  • Bentuk dan ukuran sudah pasti, lebih ringan dan rapi
  • Beton precast  tidak perlu memakai begisting lagi
  • Bisa di bentuk sesuai design yang kita inginkan

Contoh bangunan rumah yang memakai beton precast sebagai material utamanya. seperti menyusun puzzle :)

Pengertian Terasering, Fungsi & Jenisnya



Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang (Sukartaatmadja 2004).

Terdapat berbagai cara mekanik dalam menahan erosi air dan angin. Cara utama adalah dengan membentuk mulsa tanah dengan cara menyusun campuran dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan di atas tanah; dan membentuk penahan aliran air, misalnya dengan membentuk teras-teras di perbukitan (terasering) dan pertanian berkontur.


Penanaman pada terasering dilakukan dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng dan menahan atau memperkecil aliran permukaan agar air dapat meresap ke dalam tanah. Jenis terasering antara lain teras datar, teras kredit, Teras Guludan, dan teras bangku.

Jadi secara garis besar terasering adalah kondisi lereng yang dibuat bertangga tangga yang dapat digunakan pada timbunan atau galian yang tinggi dan berfungsi untuk:
  1.  Menambah stabilitas lereng
  2.  Memudahkan dalam perawatan (Konservasi Lereng)
  3.  Memperpanjang daerah resapan air
  4.  Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng
  5.  Mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) 
  6.  Dapat digunakan untuk landscaping

Jenis Jenis Terasering


Teras Datar (level terrace)
Teras datar dibuat pada tanah dengan kemiringan kurang dari 3 % dengan tujuan memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Teras datar dibuat dengan jalan menggali tanah menurut garis tinggi dan tanah galiannnya ditimbunkan ke tepi luar, sehingga air dapat tertahan dan terkumpul. Pematang yang terjadi ditanami dengan rumput.



Teras Kridit (ridge terrace)
Teras kridit dibuat pada tanah yang landai dengan kemiringan 3 - 10 %, bertujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Pembuatan teras kridit di mulai dengan membuat jalur penguat teras sejajar garis tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.



Teras Guludan (cotour terrace)
Teras guludan dibuat pada tanah yang mempunyai kemiringan 10 - 50 % dan bertujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah



Teras Bangku (bench terrace)
Teras bangku dibuat pada lahan dengan kelerengan 10 - 30 % dan bertujuan untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija

Teras Individu
Teras individu dibuat pada lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebunan di daerah yang curah hujannya terbatas dan penutupan tanahnya cukup baik sehingga memungkinkan pembuatan teras individu.



Teras Kebun
Teras kebun dibuat pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng antara 30 – 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan. Pembuatan teras hanya dilakukan pada jalur tanaman sehingga pada areal tersebut terdapat lahan yang tidak diteras dan biasanya ditutup oleh vegetasi penutup tanah. Ukuran lebar jalur teras dan jarak antar jalur teras disesuaikan dengan jenis komoditas. Dalam pembuatan teras kebun, lahan yang terletak di antara dua teras yang berdampingan dibiarkan tidak diolah.


Teras Saluran
Teras saluran atau lebih dikenal dengan rorak atau parit buntu adalah teknik konservasi tanah dan air berupa pembuatan lubang-lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air ke dalam tanah serta menampung sedimen-sedimen dari bidang olah. 


Teras Batu
adalah penggunaan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur pada lahan miring.





Kelebihan Material Gipsum

Dalam pemasangan langit-langit, tentunya banyak material dan juga banyak hal yang dijadikan pertimbangan. Salah satu material yang bisa dipertimbangan sebagai langit-langit adalah gipsum. Kenapa gipsum?, dari beberapa referensi yang saya baca, ada beberapa kelebihan dari gipsum, diantaranya adalah tahan terhadap api, materialnya ringan dan fleksibel, finishing yang lebih rapi dan halus, hemat energi, cepat pemasangannya.
  • Tahan terhadap api: Pemakaian gipsum untuk plafon atau penyekat aman dari bahaya kebakaran. Ini karena materialnya tidak mudah terbakar serta tidak menyebarkan panas. Jika terkena api, bahan material kertasnya saja yang terkena, namun tidak akan menyebarkan api. Bahkan, gipsum memiliki kemampuan untuk memblokir panas. Saat sumber api padam, api tidak akan menjalar pada gipsum serta menyebar ke material lainnya.
  • Ringan dan Fleksibel: Berat dinding panel gypsum hanya 20% dari berat dinding batu bata. Gipsum juga fleksibel penggunaannya untuk kepentingan interior. Para arsitek dan desainer interior saat ini dapat mengolah papan gipsum untuk mempercantik plafon menjadi beragam bentuknya.
  • Meredam Suara: Pemakaian gypsum sebagai pelapis dinding dapat membantu meredam gema yang ditimbulkan akibat pantulan balik suara. Bermacam-macam sistem tersedia untuk memenuhi kebutuhan peredam suara.
  • Finishing yang lebih rapi dan halus: Persambungannya begitu tipis dan tidak kentara. Untuk finishingnya, gipsum bisa dengan cat tembok atau langsung dicat setelah terpasang tanpa perlu diblok lagi dengan pelapis karena cat bisa langsung terserap. Mau memakai cat glossy atau minyak bisa dengan mudah diaplikasikan. Sementara untuk tembok perlu ditunggu sampai kering. Bahan gipsum mudah menyerap dan daya rekatnya sangat baik untuk cat.
  • Hemat Energi: Jika diaplikasikan dalam ruangan ber-AC, gipsum lebih cepat beraklimatisasi untuk membuat ruangan lebih cepat dingin apabila dibandingkan dengan pemakaian material konvensional lain.
  • Cepat Pemasangannya: Sistem dinding partisi gypsum sangat cepat pemasangannya sehingga mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan.

TERNYATA ALAM SEMESTA INI BERBENTUK TEROMPET SANGKAKALA KIAMAT


Assalamu'alaikum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh


Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
bentuk predikisi

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Wilkinson Microwave anisotropy Prob (WMAP)

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) 
(lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).



Bentuk Alam Semesta


Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah Radhiyallaahu 'Anhu berkata : Rasulullah bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang zaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita siap meletus kapan saja.

 Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam al Qur'an

Ayat dalam Al Quran

 “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”(QS An Naml :87)


Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang  jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”


Trompet yang diperbuat dari tanduk


 Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya ? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!








sosmed

Google+ Follow Twitter Add Facebook RSS FEED

BIO INFO

MIKROBA PENGURAI adalah mahluk bersel satu yang hidup di sekitar kita.sebagian orang menyebutnya bakteri tanah,sebab hidupnya memang di dalam tana,juga di dalam septictank kita.
keberadaannya sangat diperlukan,karena mikroba tersebut bertugas menguraikan sisa-sisa bahan organik(tinja,sampahbangkai,limbah)menjadi zat/partikel yang aman bagi lingkungan.
bayangkan apa jadinya bumi ini jika tidak ada mikroba pengurai?sampah dan bangkai bertumpuk disekitar kita,menebarkan bau busuk dan wabah penyakit merajalela


Hal yang harus di perhatikan ;
-jangan memnasukan benda plastik,karet ,filter roko,kertas dll.kedalam closet sebab benda-benda tersebut sulit/tak dapat di uraikanoleh mikroba pengurai.
-jangan tuangkan karbol,lysol kedalam closet sebab bersifat anti-septic(mematikan bakteri,termasuk mematikan mikroba penghancur yang ada di dalam septictank)sehingga septicteank cepat penuh dan bau.