Powered by Blogger.
STARBIO PLUS
Serbuk bioteknologi modern
untuk mengatasi limbah organik rumah tangga
Aman bagi pipa dan kulit praktis -tanpa harus kuras/sedot Cukup Dituangkan Ke Dalam Closet/Septic-Tank
HEMAT BIAYA,WAKTU,
dan TENAGA
PENTING
sebelum menggunakan Starbio Plus
SEPTIC-TANK YANG BENAR
Lantai Resapan terdiri dari pasir batu karang,injuk dan tanah,tidak boleh di semen/di beton.
kesalahan dalam membuat resapan mengakibatkan Septic-tank sering penuh dengan air.
-MEMPUNYAI PIPA UDARA
pipa udara yang menjulang ke udara terbuka,fungsinya untuk mengeluarkan gas gas yang timbul akibat adanya proses dekomposisi/pembusukan tinja oleh mikroba didalam septic-tank.
apabila pipa ini tidak ada /tersumbat,gas akan keluar melalui closet,menebarkan bau busuk.
PERHATIKAN HAL-HAL DIATAS SEBELUM MENGGUNAKAN STARBIO PLUS,AGAR HASIL EFEKTIF DAN MEMUASKAN
toko kami
Labels
Inilah Kekurangan dan Kelebihan Lantai Vinyl (Material Lantai)
Memiliki rumah yang bersih dan rapi tentu menjadi harapan banyak orang, karena rumah yang demikian bisa memberi kenyamanan dalam menempatinya. Ada banyak faktor yang bisa membuat rumah terlihat bersih dan rapi, salah satunya adalah dengan penggunaan jenis lantai yang sesuai dengan kondisi rumah.
Tidak sedikit orang yang merasa kebingungan saat harus menentukan jenis lantai sebagai penunjang kenyamanan, hal ini wajar karena memang banyak pilihan lantai yang ada di pasaran. Memilih bahan untuk lantai memang beraneka macam jenisnya, dari yang sederhana sampai dengan yang harganya mahal, semua tersedia bergantug dana yang tersedia. Dari bermacam jenis bahan untuk lantai tersebut, salah satu yang banyak digunakan adalah bahan dari vinyl.
Berbeda dari jenis pelapis lantai yang lain, bahan dari vinyl mempunyai pilihan jenis ubin (papan) atau lembaran. Secara harga, vinyl adalah jenis pelapis lantai dengan harga yang relatif murah. Sama seperti pelapis lantai lainnya, vinyl juga memiliki kekurangan serta kelebihan, beberapa diantaranya adalah:
Berikut ini beberapa kelebihan penggunaan penutup lantai vinyl
- Perawatan yang lebih mudah, cukup dengan menyapu dan mengepel untuk menjaga agar lantai selalu bersih
- Tersedia banyak pilihan, sehingga bisa leluasa dalam menentukan pilihan warna, gaya maupun corak lantai
- Rancangan lantai vinyl dibuat menyerupai jenis material lain, semisal bebatuan maupun kayu
- Vinyl mempunyai permukaan yang lebih halus bila dibandingkan dengan lantai dari bahan kayu
- Lebih nyaman saat di pijak, karena pada bagian bawahnya dilapisi dengan kain atau busa
- Lebih fleksibel dalam pemasangannya, karena vinyl merupakan jenis lantai yang lembut
- Umur vinyl relatif tahan lama, karena ada yang mengklaim bahwa lantai vinyl mampu bertahan 10 hingga 15 tahun
- Cukup kuat, karena mampu menahan serta menahan air
Berikut ini beberapa kekurangan menggunakan penutup lantai vinyl
- Bisa membahayakan, karena vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC). Bagi mereka yang sensitive terhadap jenis bahan ini tentu sangat berbahaya, karena bahan vinyl adalah PVC yang dapat melepaskan volatile organic compounds (VOC)
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pemasangan lantai vinyl, perhatikan lapisan pertamanya, pastikan lapisan pertama seperti ubin keramik, lantai vinyl, mapun bahan lain, karena perekat vinyl bisa bekerja tidak maksimal dan mudah lepas bila lapisan pertama tidak bersih
- Mudah rusak bila terkena benda tajam, terkena gesekan furniture/benda berat pun beresiko merusak lantai vinyl
- Sulit diperbaiki, harus mengganti baru bila sudah rusak
Baca juga: Memilih Jenis Karpet dan Cara Perawatannya
Demikian tadi beberapa kelebihan serta kekurangan penutup lantai vinyl, selain yang saya sebutkan diatas mungkin masih ada kekurangan dan kelebihan lainnya, setiap pilihan jenis lantai memang ada plus minusnya, semua bergantung dari keuangan dan juga selera. Apa yang tertulis diatas semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jenis lantai sehingga rumah bisa lebih nyaman untuk ditempati. Semoga bermanfaat.
Labels:
Serba Serbi
Daftar Nama 5 Jalan Tol Terpanjang Di Indonesia
Jalan merupakan sarana penting untuk menghubungkan wilayah satu dengan yang lain, jenis dan ukurannya pun berbeda-beda. Salah satu infrastruktur jalan yang sedang gencar dibangun saat ini adalah jalan tol. Orang Indonesia juga sering menyebut jalan tol sebagai jalan bebas hambatan, meskipun pemahaman ini tak sepenuhnya benar. Tujuan di bangunnya jalan tol adalah untuk mempersingkat jarak tempuh antar wilayah, dan jalan tol di bangun khusus buat kendaraan dengan sumbu lebih dari dua (bus, mobil, truk, dll).
Belum lama Jalan Tol Cipali diresmikan, tepatnya pada tanggal 13 Juni 2015 dan sebelum lebaran 2015 jalan tol ini sudah mulai beroperasi. Selain tol Cipali, masih banyak jalan tol lain yang terlebih dahulu beroperasi, diantaranya tol Cipularang, Jagorawi, dll.
![]() |
| Jalan Tol / img: hariansib.co |
| No | Nama Jalan Tol | Panjang (KM) | Tahun Operasi | Wilayah Yang Dilintasi | Pengelola |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) | 116,75 | 2015 | Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, Cirebon | PT Lintas Marga Sedaya (LMS) |
| 2 | Jalan Tol Jakarta-Cikampek | 83 | 1988 | Jakarta Timur, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta | PT Jasa Marga (Persero) Tbk. |
| 3 | Jalan Tol Tangerang-Merak | 73 | 1996 | Kota dan Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon | PT Marga Mandala Sakti |
| 4 | Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) | 59 | 1987 | Dari Jakarta sampai Ciawi, Jawa Barat | PT Jasa Marga (Persero) Tbk. |
| 5 | Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) | 58,5 | 2005 | menghubungkan Kota Jakarta dan Bandung | PT Jasa Marga (Persero) Tbk. |
Selain lima jalan tol terpanjang diatas, masih banyak jalan tol lainnya, setidaknya ada 33 jalan tol yang sudah beroperasi dengan panjang total mencapai 949 kilometer di Pulau Jawa dan luar Jawa, data ini bersumber dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019, saat ini tengah dibangun 25 jalan tol baru dengan panjang 905,15 kilometer.
Baca juga: Kenapa Jalan Cepat Rusak?, Ini Sebabnya
Sebagai tambahan informasi bahwa ada yang berbeda antara jalan raya biasa dengan jalan tol, selain peruntukkan jalan yang berbeda, untuk kendaraan yang melewati jalan tol akan di kenakan biaya sesuai tarif yang berlaku. Besaran tarif masing-masing kendaraan tidaklah sama, tergantung pada golongan kendaraan. Dengan adanya jalan tol memang harapannya bisa memperlenacar arus transportasi dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat.
Labels:
Serba Serbi
Memilih Jenis Karpet dan Cara Perawatannya
Menikmati waktu bersama keluarga sambil santai menonton televisi mampu memberi kesan hangat dan keakraban keluarga. Dengan beralaskan karpet, bercanda dan ngobrol santai membuat hubungan antar sesame anggota keluarga menjadi lebih rekat. Akan tetapi, perlu di ingat saat menentukan pilihan karpet untuk ditempatkan di sebuah ruang perlu memperhatikan hal-hal penting, utamanya yang bersangkutan dengan kesehatan.
Kenapa harus mempertimbangkan faktor kesehatan?, karena saat ini beragam material yang digunakan sebagai bahan pembuatan karpet, mulai dari karpet berbahan serat halus sampai yang berbahan bulu. Akan tetapi, tidak seluruh jenis karpet bisa digunakan untuk setiap ruang, perlu diperhatikan juga mengenai jenis kebutuhan karpet serta konsep dari ruangan yang akan ditempatkan karpet.
Karpet masihlah menjadi kegemaran banyak orang untuk dipergunakan sebagai aksesoris lantai. Hal ini wajar, mengingat karpet lembut di kaki, mampu memberi rasa hangat, serta mudah untuk diatur untuk penataan ruang, karena memang karpet begitu gampang untuk dipindah-pindah sesuai dengan yang di inginkan. Lalu, apakah semua karpet cocok untuk ditempatkan dalam seluruh ruangan?, tentu saja tidak, perlu pertimbangan sebelum memilih jenis karpet yang sesuai untuk sebuah ruangan.
Karpet untuk kamar
Pemilihan karpet untuk kamar lebih condong menggunakan karpet dengan jenis scatters atau lebih akrab dengan sebutan accent rug. Ukuran karpet jenis ini tidaklah besar, bulu-bulu karpet lebih pendek serta desainnya beraneka ragam, mulai dari bentuk klasik persegi panjang, bulat, sampai dengan bentuk karpet yang mengadopsi tokoh-tokoh kartun. Sebagai alternatif, bisa juga dengan menggunakan karpet dengan bahan benang rajutan (Saxony).
Karpet untuk ruangan
Karpet yang digunakan untuk ruangan biasanya menggunakan bahan nilon, wol, mapun jalina serat (twistpile-loop pile), karena untuk karpet dengan bahan tersebut cenderung lebih tahan terhadap tekanan dan tidak lekas rusak. Bisa juga menggunakan karpet woven, akan tetapi secara harga untuk jenis karpet ini menggunakan bahan yang mahal, tak mengherankan jika karpet jenis ini masuk kategori karpet mewah. Karpet jenis ini cocok digunakan di seluruh ruang.
Baca juga: Tips Mensiasati Ruang Yang Terbatas
Menggunakan karpet pasti juga ada sisi negatifnya, karena biasanya debu yang menumpuk menjadi persoalan utama, bagi yang menderita asma tentu akan terganggu karena bisa menyebabkan asma kambuh.
Agar permasalahan debu yang menumpuk tidak terjadi, maka perlu pembersihan karpet secara rutin, bisa setiap dua minggu sekali dengan mempergunakan alat penghisap debu.
Jemur karpet di bahwah sinar matahari. Alternatif untuk membersihkan debu bisa dengan cara memukul karpet, biasanya dengan pemukul berbahan rotan. Namun bila alat yang diguanakan bukan pemukul yang berbahan rotam, perlu diperhatikan bahwa alat yang di jangan sampai benda yang memiliki sudut tajam, karena bisa merusak serat karpet.
Bila karpet terkena noda yang melekat, untuk menghilangkannya bisa menggunakan kain yang mampu menyerap cairan, misalkan saja dengan kanebo atau yang sejenis. Agar proses pembersihan tidak terlalu sulit, jangan sampai mendiamkan noda terlalu lama, karena dengan mendiamkan noda terlalu lama bisa membuat noda melekat kuat di karpet.
Demikian tadi beberapa hal terkait dengan karpet. Pilihlah karpet sesuai dengan ruangan, jangan hanya asal piluh saja. Rawatlah karpet dengan baik agar terjaga keawetannya, hindari noda melekat terlalu lama karena bisa menyulitkan dalam pembersihannya.
Labels:
Serba Serbi
Kenapa Jalan Cepat Rusak?, Ini Sebabnya
Jalan merupakan salah satu sarana penting dalam aktivitas sehari-hari, karena dengan adanya jalan membuat orang bisa melakukan banyak hal. Bayangkan saja bila tidak ada jalan, tentu orang akan kesulitan bila ingin menempuh perjalanan, waktu juga akan lebih lama bila tidak ada jalan yang memadai. Roda perekonomian bisa terganggu, dan masih banyak dampak buruk lain yang bisa ditimbulkan bila tidak ada jalan.
Jangankan tidak ada jalan, misalnya jalan rusak saja bisa mengganggu, membuat tidak nyaman untuk dilalui, rawan kecelakaan juga. Oleh karena itu, bila ada jalan yang kondisinya tidak baik membuat banyak orang mengeluhkannya. Karena pentingnya jalan, maka jalan harus ada dan dalam kondisi yang bagus.
Lalu, kenapa jalan cepat rusak?, apa faktor penyebabnya?. Sebelumnya sudah pernah saya tulis disini mengenai faktor penyebab jalan aspal cepat rusak, sebenarnya untuk jenis jalan lain (jalan paving, jalan beton, dll) kurang lebih sama faktor penyebab kerusakannya. Secara umum bisa diambil kesimpulan seperti berikut:
1. Tidak ada saluran di samping jalan
Saluran sangat banyak manfaatnya, salah satunya untuk membuat jalan menjadi lebih awet. Kenapa demikian?, karena air bisa langsung mengalir, tidak menggenang di jalan. Misalnya jalan tidak dilengkapi dengan saluran di samping jalan, maka air akan mengalir di badan jalan yang lama kelamaan akan merusak jalan.
2. Kualitas jalan kuang baik
Kaitannya dengan mutu jalan, terkadang tidak sesuai standar, baik karena kesalahan perencanaan atau karena pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Sering kita jumpai jalan yang belum lama dibangun tapi sudah rusak, perhatikan saja kualitas jalan tersebut, besar kemungkinan kualitasnya tidak baik.
Selain itu, kualitas jalan juga dipengaruhi oleh bahan material yang dipergunakan. Misalnya saja saat melakukan pengecoran jalan tapi menggunakan pasir yang banyak tercampur tanah, maka jalan akan cepat rusak karena bahan material tidak sesuai standar.
Selain itu, kualitas jalan juga dipengaruhi oleh bahan material yang dipergunakan. Misalnya saja saat melakukan pengecoran jalan tapi menggunakan pasir yang banyak tercampur tanah, maka jalan akan cepat rusak karena bahan material tidak sesuai standar.
3. Sering dilalui kendaraan dengan muatan berlebihan
Setiap jalan punya kelas sendiri-sendiri, kalau jalan sering dilalui kendaraan dengan muatan berat diatas rata-rata yang diperbolehkan, maka jalan tersebut akan cepat rusak karena memikul beban yang terlalu berat. Oleh sebab itu perlu adanya aturan mengenai beban maksimal yang boleh melalu sebuah jalan, kalau di jalan raya biasanya sudah diberi rambu-rambu batas beban maksimal yang boleh melintas.
4. Kondisi tanah
Kondisi tanah yang kurang baik juga bisa membuat jalan cepat rusak. Misalnya saja pada tanah labil, maka kondisi jalan juga akan cepat rusak, apalagi bila sering dilalui kendaraan dengan muatan berat. Contoh lain adalah pada tanah gerak, seperti tanah lempung, pada jenis tanah ini selalu ada pergeseran sehingga jalan akan rentan retak dan rusak.
5. Perawatan yang kurang
Membangun lebih mudah daripada memelihara. Sudah banyak ditemui jalan yang rusak karena tidak pernah dilakukan pemeliharaan. Beberapa hal yang bisa timbul akibat jarang dilakukan pemeliharaan diantaranya akar pohon yang merusak jalan, dahan dan daun menghalangi sinar matahari langsung ke jalan sehingga saat ada genangan air tidak bisa langsung hilang, rumput yang tumbuh dimana-mana, sampah di jalan, dan masih banyak lagi akibat kurangnya perawatan jalan.
6. Faktor lingkungan
Untuk jalan di permukiman, bisa disebabkan tritis rumah atau talang air yang langsung kena badan jalan, sehingga lama kelamaan akan menyebabkan jalan menjadi cepat rusak. Oleh karenanya perlu adanya talang yang mengalirkan air agar tidak langsung jatuh ke jalan.Demikian tadi beberapa faktor yang bisa menyebabkan jalan cepat rusak. Intinya bahwa ada banyak faktor yang bisa menimbulkan jalan tidak awet, bila menginginkan jalan bisa awet tentu faktor-faktor diatas bisa dapat terpenuhi. Karena bagaimanapun juga memiliki fasilitas yang bagus dan nyaman untuk dilalui merupakan harapan semua orang. Semoga memberi manfaat.
Labels:
Teori Bangunan
Faktor Penyebab Saluran Air Cepat Rusak
Musim penghujan merupakan saat dimana banyak orang merasa was-was, khususnya mereka yang menjadi langganan banjir semisal di wilayah Jakarta. Tak mengherankan jika setiap musim hujan banyak orang yang merasa sedih, meskipun tak sedikit juga yang merasakan kegembiraan. Seperti pernah saya tulisakan sebelumnya, salah satu faktor penyebab banjir adalah saluran air yang tidak ada, atau ada saluran air tapi tidak berfungsi dengan baik.
Saluran yang sudah dibangun terkadang hanya berfungsi beberapa waktu saja, terutama saat awal selesai dibangun. Setelah beberapa bulan, banyak saluran yang sudah rusak. Terjadinya kerusakan pada saluran bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tiga diantaranya adalah:
1. Kurangnya pemeliharaan
Membangun memang lebih mudah daripada merawatnya, benar saja, banyak yang mengusulkan pembangunan saluran di wilayahnya, tapi saat saluran sudah jadi tidak ada perawatan setelahnya. Pemeliharaan sangatlah penting, karena tanpa perawatan maka akan mempercepat saluran menjadi rusak atau tidak berfungsi. Pendangkalan saluran, tumbuhnya rumput, banyaknya sampah, adalah beberapa hal yang wajar terjadi saat saluran tidak dirawat. Kalau sudah begitu, maka tak akan menunggu lama untuk melihat saluran menjadi rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
2. Kualitas saluran kurang baik
Apapun jenis pekerjaannya, kalau tidak dikerjakan dengan baik tentu saja hasilnya juga kurang baik. Begitu juga dengan saluran, kalau dalam pengerjaannya asal-asalan, kualitas kurang baik, tentu saja akan membuat saluran menjadi cepat rusak. Perbandingan campuran adukan untuk pasangan saluran yang tidak sesuai standar merupakan hal yang umum di jumpai, bila kualitas saluran buruk maka saluran akan cepat mengalami kerusakan.
3. Diameter saluran tidak sebanding dengan debit air
Seperti pernah saya tuliskan disni, ada beberapa kesalahan saat membangun saluran, salah satunya adalah mengenai perencanaan yang tidak tepat. Membuat saluran memang harus disesuaikan dengan kebutuhan, perlu mempertimbangakn kondisi debit air yang akan melaluinya. Misalkan saja debit air sangat besar, sedangkan diameter saluran tidak mampu menampungnya, bisa saja saluran akan cepat rusak karena terkena arus air yang besar.
Tiga faktor diatas merupakan penyebab saluran cepat rusak, semua karena faktor kesalahan manusia. Selain ketiga hal diatas, tentu masih ada faktor lain, misalnya saja karena faktor alam. Apapun itu, sebisa mungkin semenjak perencanaan, peleksanaan pekerjaan, hingga sampai perawatan dilakukan dengan sebaik-baiknya agar saluran baik dan berfungsi secara maksimal.
Labels:
Teori Bangunan
Teknis Pemasangan Plesteran Dinding ~ Cara Plester Dinding
Memasang dinding memang sudah "selesai" saat dinding bata sudah terpasang, namun secara fungsi belum bisa dikatakan maksimal karena baru awal. Sebelumnya sudah ditulis mengenai teknis pasangan bata, bisa baca tulisannya di link ini: Teknik Pasangan Bata Untuk Dinding ~ Cara Memasang Dinding Bata. Untuk menambah kekuatan dinding dan melindungi dinding dari pengaruh cuaca, maka dinding perlu di plester.
Kali ini akan dibahas mengenai langkah lanjutan dalam pekerjaan dinding seteleh dinding bata, yaitu terkait pekerjaan pelsteran dinding. Langkah teknisnya adalah sebagai berikut:
Teknis plesteran
Berikut ini teknis pemasangan plesteran dinding
- Basahi permukaan dinding sampai rata
- Buat lajur kepala dengan jarak misalnya 1 meter s/d 2 meter sesuai jidar yang akan digunakan dan ketebalan sesuai ketentuan
- Beri adukan lapisan komprot sampai rata
- Buang butiran-butiran kamprot yang melekat tidak sempurna dengan alat penggaruk secara horizontal
- Letakkan lapis badan plesteran dengan menggunakan sendok aduk
- Ratakan permukaan dengan mistar perata dan bila terdapat lubang-lubang isi kembali dengan adukan
- Padatkan dan ratakan permukaan plesteran dengan roskam
- Bersihkan permukaan plesteran dari kotoran dan debu yang menempel dengan sikat halus atau kain basah.
Hal yang perlu diperhatikan pada aplikasi plesteran
Berikut ini hal-hal yang tak kalah penting terkait teknis aplikasi pemasangan plesteran dinding, yaitu:
- Plesteran pada dinding permukaan padat, misalnya produk dari beton precast (beton pracetak seperti dinding, kolom, balok), maka sebelum aplikasi plesteran maka permukaan dasarnya diberi lapisan pasta (campuran semen, air) lalu di kamprot ke dinding untuk membuat permukaan menjadi kasar sehingga mudah menempel.
- Plesteran pada dinding permukaan logam (biasanya kolom baja yang akan di plester), maka sebelum aplikasi plester maka harus dipasang kawat anyam pada permukan dinding dengan cara di las atau keling, langkah selanjutnya dapat mengikuti petunjuk aplikasi plesteran seperti di atas.
- Pengertian, Fungsi Dan Syarat-Syarat Plesteran Dinding
- Penyebab Retak-Retak Pada Plesteran Dinding
- Cara Menghitung Rencana Angggaran Biaya (RAB) Plesteran Dinding
Demikian tadi ulasan mengenai teknis pemasangan dinding yang saya olah dari buku saku petunjuk praktis teknis aplikasi Holcim. Semoga bisa menambah wawasan. Tak ada salahnya untuk mencobanya, karena memang banyak hal baru yang bisa kita kerjakan, salah satunya dengan memasang plesteran, kalau sudah bisa, tak perlu kita mahal-mahal bayar tukang, bukan?. Semoga bermanfat.
Labels:
Teori Bangunan,
Tutorial
Teknik Pasangan Bata Untuk Dinding ~ Cara Memasang Dinding Bata
Memasang dinding bata biasanya dilakukan oleh tukang batu, hal ini wajar mengingat tidak semua orang bisa melakukan pemasangan bata dengan baik dan benar. Namun, bukan berarti orang awam tidak bisa melakukannya, bukan?. Ya, awalnya para tukang itu juga tidak bisa, tapi karena mereka belajar dan terbiasa akhirnya menjadi ahli dalam memasang dinding bata.
Berikut ini akan diuraikan secara ringkas mengenai teknik pemasangan bata untuk dinding, mulai dari persiapan sampai langkah pemasangannya.
Persiapan Adukan
Sebelum pekerjaan pemasangan dinding dimulai, sebelumnya terlebih dahulu dipersiapkan peralatan dan juga bahan material yang akan digunakan, langkah-langkahnya adalah:
- Siapkan semua peralatan (ayakan, pengki/alat ukur material, alas pengaduk/box, sendok/cetok, roskam, tempat rendaman bata, benang, mistar ukur, slang air/water pass, plastik sebagai penutup adukan, yang akan digunakan) dan bahan yang akan di gunakan (batu bata/batako, semen, pasir).
- Ayak pasir terlebih dahulu apabila pasir belum lembut atau masih bercampur dengan kerikil/koral. Pengayakan ini bertujuan untuk memisahkan pasir dengan kerikil/koral, karena nanti bisa mengganggu saat memasang bata.
- Rendam batu bata kira-kira 2-8 menit atau sampai jenuh, kondisi jenuh ditandai dengan tidak menyerapnya air pada bata/batako pada saat disiram air.
- Buat adukan mortar (campuran semen dan pasir) pada box pengaduk dengan air secukupnya atau sampai didapat adukan yang pulen dengan perbandingan semen dan pasir sesuai yang diinginkan, misalnya 1 : 6 (1 semen : 6 pasir) atau menyesuaikan kualitas pasir yang tersedia.
- Tutup adukan yang telah siap pakai dengan plastik untuk mengurangi penguapan air.
Pelaksanaan
Setelah adukan siap, maka langkah selanjutnya adalah memulai pemasangan dinding bata, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Pasang mistar pengukur lapisan bata secara tegak lurus, ukur dengan unting-unting.
- Pasang benang penarik horizontal dan ukurlah dengan alat (water pas atau slang air).
- Tentukan ketebalan lapisan arah vertikal pada mistar ukur sesuai ketebalan bata ditambah tebal spesi (6-10 mm).
- Pastikan bahwa permukaan bata/batako dalam kondisi bersih dan bebas dari debu agar adukan dapat merekat sempurna.
- Mulailah pemasangan pada lapis pertama yag didahului pemasangan adukan/spesi sebagian dasar.
- Lanjutkan lapis berikutnya dan kontrol ketegakan pasangan dengan alat untin-unting.
- Bila terdapat sisa adukan yang menempel tidak sempurna (melebihi ketebalan bata) maka bersihkan segera sebelum mengeras.
- Rawat pasangan bata yang sudah selesai dengan melindungi dari sinar matahari secara langsung, misalnya dengan menggunakan plastik atau penyiraman air.
Demikian tadi langkah-langkah pemasangan dinding bata, mulai dari persiapan sampai dengan pemasangan. Apa yang ditulis dalam langkah-langkah diatas adalah teknik ideal, artinya bahwa langkah-langkah diatas adalah langkah ideal dan sesuai standar. Tutorial tersebut saya olah dari buku saku Petunjuk Praktis Teknis Aplikasi, Holcim.
Baca juga tulisan terkait dengan dinding bata, di link berikut:
Dengan pemahaman teknik pasangan bata untuk dinding diatas, semoga bisa membuat bertambah wawasan dan bisa dicoba untuk pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan sendiri tanpa harus mencari tukang batu. Semoga bermanfaat.
Labels:
Teori Bangunan,
Tutorial
Subscribe to:
Posts (Atom)
kelebihan starbioplus
BIO INFO
MIKROBA PENGURAI adalah mahluk bersel satu yang hidup di sekitar kita.sebagian orang menyebutnya bakteri tanah,sebab hidupnya memang di dalam tana,juga di dalam septictank kita.
keberadaannya sangat diperlukan,karena mikroba tersebut bertugas menguraikan sisa-sisa bahan organik(tinja,sampahbangkai,limbah)menjadi zat/partikel yang aman bagi lingkungan.
bayangkan apa jadinya bumi ini jika tidak ada mikroba pengurai?sampah dan bangkai bertumpuk disekitar kita,menebarkan bau busuk dan wabah penyakit merajalela
Hal yang harus di perhatikan ;
-jangan memnasukan benda plastik,karet ,filter roko,kertas dll.kedalam closet sebab benda-benda tersebut sulit/tak dapat di uraikanoleh mikroba pengurai.
-jangan tuangkan karbol,lysol kedalam closet sebab bersifat anti-septic(mematikan bakteri,termasuk mematikan mikroba penghancur yang ada di dalam septictank)sehingga septicteank cepat penuh dan bau.









